Rabu, 27 Mei 2020

Penyebaran Suku Kaili Menurut Sejarahnya


Konon masyarakat Suku Kaili percaya bahwa mereka merupakan to manuru, yakni orang keturunan dari kahyangan. Tak hanya itu, Suku Kaili juga memiliki ikatan kekeluargaan yang erat karena dijalin oleh tali perkawinan antarkeluarga.

Suku Kaili merupakan salah satu suku yang mendiami wilayah Palu, Sulawesi Tengah. Selain dikenal sebagai suku asli di wilayah tersebut, ada pula beberapa suku lainnya yang menetap di kawasan Palu. Sebut saja Suku Bugis, Suku Minahasa, Suku Banjar, Suku Gorontalo, Suku Toraja, Suku Jawa dan Suku Batak. Hanya saja secara jumlah, Suku Kaili lebih mendominasi dibandingkan suku-suku lainnya.
Tak banyak literatur atau catatan sejarah yang mengungkapkan asal-usul Suku Kalili. Ini hanya diungkapkan melalui cerita rakyat yang tersebar di masyarakat secara lisan. Masyarakat Suku Kaili mempercayai bahwa mereka merupakan to manuru atau orang yang turun dari kahyangan. Ada pula pula yang menganggap mereka sebagai jelmaan dari bambu kuning atau volo mbulava, dan nebete ri vatu bula, yakni jelmaan batu putih.

Orang-orang yang menjelma itu dianggap keramat, memiliki kesaktian sehingga dianggap mampu menjadi pimpinan suatu kelompok masyarakat. Para pemimpin kemudian diangkat menjadi raja dan para keturunannya secara otomatis dianggap sebagai para bangsawasan. Inilah yang mempengaruhi empat strata sosial yang diketahui di masyarakat Suku Kaili.

Pertama ialah maradika (raja). Maradika berasal dari keturunan to manuru atau orang yang menjelma dari bambu kuning sebagai penjelmaan dari dewa. Kedua ialah to tua nu ngata atau lebih dikenal dengan nama bangsawan. Para bangsawan ini merupakan penduduk yang masih keturunan maradika. Secara sistem sosial, orang-orang keturunan bangsawan ini dapat diangkat sebagai punggava (menteri dalam negeri), galari (menteri kehakiman), tadulako (menteri peperangan), pabicara (menteri penerangan) dan sabandara (menteri perhubungan).

Strata sosial yang ketiga ialah to dea, yakni anggota yang tidak tergolong raja, bangsawan atau pun. Dibandingkan keturunan maradika, to tua nu ngata dan batua, to dea merupakan penduduk mayoritas dari suatu kelompok sosial. Adapun golongan batua ialah orang yang kalah perang, melanggar hukum adat, miskin dan turunan budak.

Penyebaran Suku Kaili menurut sejarahnya bersumber dari kebiasaan Ada Nosibolai. Ada Nosibolai ialah kebiasaan di kalangan para bangsawan yang menyebarkan turunannya melalui perkawinan antarkeluarga. Itulah sebabnya, orang-orang Suku Kaili memiliki ikatan kekeluargaan yang erat karena dijalin oleh tali perkawinan antarkeluarga.

Dari asal-usul inilah kemudian masyarakat Suku Kaili berkembang dengan sistem kawin mawin sesama dan akhirnya menyebar ke daerah yang lebih luas. Konon manusia yang menjelma itu diangkat menjadi raja dan turunannya pun menjadi bangsawan.

Sumber: Arsitektur Tradisional Daerah Sulawesi Tengah. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1986.

BENTUK SINERGITAS TNI/POLRI, DANDIM 1306/DONGGALA DAMPINGI KAPOLDA SULTENG SERHAKAN PEMBAGIAN SEMBAKO BAKSOS POLRI




Dandim 1306/Donggala Kolonel Inf Widya Prastyo, N. S.Pd mendampingi Kapolda Sulteng Irjen Pol. Drs. Syafril Nursal, S.H. M.H., bersama PJU Polda Sulteng dihadiri oleh Kapolres Palu, Danlanal Palu, Para Camat dan Lurah bagi melaksanakan pembagian sembako kepada masyarakat, anak panti asuhan yang terdampak Covid 19, dalam rangka Baksos Polri, kegiatan tersebut dipusatkan di Huntara, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu. Rabu (27/5).

Dalam kegiatan tersebut Dandim 1306/Donggala berharap Kepada masyarakat, Agar selalu mematuhi peraturan pemerintah demi kepentingan bersama mencegah virus corona. “Jaga kebersihan lingkungan maupun diri sendiri, jaga jarak, gunakan masker, tetap dirumah, apabila keperluan mendesak keluar rumah wajib mengunakan masker, Himbaunya.


Dalam kesempatan tersebut Kapolda mengatakan, pembagian atau penyaluran beras yang digagas Kapolri ini sebagai bentuk keprihatinan Polri atas wabah virus corona yang sebagian besar melanda Indonesia termasuk di wilayah Kota Palu.

“Oleh karena itu, penyaluran bantuan beras kepada warga masyarakat diharapkan dapat meringankan beban bagi yang terdampak virus corona (Covid-19) terlebih yang berdomisili di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah,” jelas Kapolda.



Jumat, 22 Mei 2020

AKSI SOSIAL KODIM DONGGALA BERI NASI KOTAK UNTUK WARGA PALU




Tetap semangat dalam menjalankan tugasnya disaat gencarnya menangani pemutusan rantai Covid-19, kali ini Dandim 1306/Donggala Kolonel Inf Widya Prastyo N. S.Pd kembali melaksanakan aksi sosialnya Dapur Umum TNI/Polri dengan membagikan nasi kotak untuk berbuka puasa bagi warga Kota Palu, Jum’at (22/5).


Dalam kegiatan memasak dan pengemasan nasi kotak serta pendistribusian kepada masyarakat dilaksanakan oleh anggota Babinsa Koramil 1306-16/Palu Timur dan dibantu FKPPI Provinsi Sulteng yang ditujukan warga masyarakat di sekitar Kota Palu yang terdampak sosial ekonomi akibat wabah dari wabah Virus Corona.


"Kegiatan berbagi dibulan suci Ramadhan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Kodim 1306/Donggala bagi warga sekitar. Semoga nasi kotak ini bisa menebus sedikit bagi saudara kita yang sedang berpuasa dan tidak memungkinkan lagi tiba di rumah untuk berbuka," ungkap Dandim 1306/Donggala.

Kegiatan tersebut merupakan yang kesekian kalinya setelah sebelumnya juga dilaksanakan sepanjang bulan suci Ramadhan yang diberikan kepada pengguna jalan sebagai bentuk rasa persaudaraan kepada sesama yang sedang berpuasa.



Rabu, 20 Mei 2020

KEKOMPAKAN BABINSA KOPDA BAHRUN BERSAMA WARGA BERSIHKAN PUING POHON TUMBANG



Hingga saat ini telah banyak diberitakan bencana angin puting beliung di banyak tempat. Angin puting beliung yang cukup besar bahkan sampai merusak rumah-rumah warga, pohon, alat transportasi sehingga tidak heran jika berlalunya angin ini dapat membuat banyak kerusakan sekaligus menimbulkan kerugian yang tidaklah sedikit.

Hujan lebat yang disertai angin kencang yang melanda beberapa wilayah binaan Koramil 1306-05/Marawola mengakibatkan jalan penghubung Desa, terhalang pohon tumbang di Desa Kanagalongga, Kecamatan Pinembani, Kabupaten Donggala.


Untuk mengatasi gangguan jalan yang tertutup akibat pohon tumbang tersebut, Babinsa Koramil 1306-05/Marawola Kopda Bahrun segera beraksi bersama Kades Kanagalongga Bapak Noso, Pendeta Sersan Bala Keselamatan (BK) Esra, Kadus 03 Desa Ualemo Bapak Odin dan warga setempat melaksanakan gotong royong pemotongan pohon dan pembersihan jalan menyingkirkan puing pohon tumbang, Rabu (20/5).

Usai mengatasi pohon tumbang, Babinsa mengimbau kepada masyarakat dan pengguna jalan untuk berhati-hati dan waspada, melintas di wilayah yang terdapat pohon besar bila saat hujan tiba. Apalagi daerah kita masih sering terjadi hujan di sertai dengan angina kencang.


Selain itu, Babinsa juga memberikan apresiasi, atas ketanggap segeraannya warga yang melapor kepada pihak yang terkait. “Sinergitas seperti inilah yang diharapkan, sehingga jika terjadi sesuatu hal di wilayah binaan akan segera teratasi. Dengan kecepatan penanganan bencana kerugian akan dapat diminimalisir, paling tidak lalu lintas bisa kembali berjalan normal dan sampai saat ini bersyukur tidak ada korban dalam kejadian tersebut,” pungkasnya.