Kamis, 18 Juni 2026

Pastikan Aman Dilewati, Pagar Jembatan Desa Nambaru Parigi Dikebut!

 


 

PARIGI - Personel Babinsa Koramil 1306-08/Parigi bersama warga Desa Nambaru bergotong royong mempercepat pembangunan jembatan di Desa Nambaru, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong. Aksi ini difokuskan pada pemasangan dan pengelasan pagar jembatan guna menjamin keamanan warga yang melintas.

 

Pantauan di lokasi pada Jumat (19/6/2026), anggota Babinsa bersama masyarakat setempat tampak bahu-membahu. Sebagian warga menyiapkan material, sementara yang lain melakukan pengelasan besi untuk memastikan pagar jembatan berdiri dengan kokoh.

 

Babinsa menjelaskan bahwa pemasangan pagar ini merupakan tahap krusial sebelum jembatan sepenuhnya dapat digunakan secara massal oleh masyarakat.

 

"Kami bersama warga terus mengejar target penyelesaian, khususnya untuk pemasangan dan pengelasan pagar jembatan ini. Faktor keselamatan adalah prioritas utama. Dengan adanya pagar pengaman yang kuat, masyarakat—terutama anak-anak dan pengendara motor—bisa melewati jembatan ini dengan aman dan tanpa rasa was-was," ujar Babinsa.

 


Ia menambahkan, pembangunan jembatan ini sangat dinantikan oleh warga Desa Nambaru karena menjadi akses vital untuk mobilitas harian serta jalur transportasi hasil pertanian. Kehadiran Babinsa di tengah-tengah masyarakat juga diharapkan dapat membakar semangat gotong royong warga.

 

"Gotong royong ini adalah bukti nyata kemanunggalan TNI dan rakyat. Kami ingin memastikan infrastruktur desa ini selesai tepat waktu dengan kualitas yang baik, sehingga roda perekonomian warga Desa Nambaru bisa berjalan lebih lancar," pungkasnya.

 

Sementara itu, warga Desa Nambaru menyambut baik dan mengapresiasi pendampingan aktif dari personel Koramil 1306-08/Parigi. Dengan kerja cepat ini, jembatan tersebut ditargetkan dapat segera beroperasi penuh dalam waktu dekat.


Rabu, 17 Juni 2026

Sambil Berpeluh Keringat, Babinsa di Parimo Bahu-membahu Bareng Warga Cor Jembatan Aramco

 


PARIGI MOUTONG - Aksi nyata kemanunggalan TNI dan rakyat kembali terlihat di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo). Anggota Babinsa Koramil 1306-17/Sausu, Kopda Iwayan Ediyana, bahu-membahu bersama warga Desa Astina melaksanakan kerja bakti pengecoran dan penimbunan jembatan Aramco, Kamis (18/6/2026).

 

Sejak pagi hari, Kopda Iwayan Ediyana bersama puluhan warga tampak penuh semangat. Tanpa canggung, Sang Babinsa ikut mencangkul, mengangkut material, hingga menuangkan adonan semen ke area jembatan penghubung yang krusial bagi mobilitas warga setempat.

 

"Kegiatan gotong royong ini merupakan upaya kita bersama untuk mempercepat perbaikan infrastruktur desa. Jembatan Aramco ini punya fungsi penting untuk kelancaran transportasi dan urat nadi perekonomian warga di Desa Astina," ujar Kopda Iwayan Ediyana di sela-sela kegiatan.

 

Selain untuk mempercepat pembangunan fisik, Kopda Iwayan menyampaikan bahwa aksi turun ke lapangan ini menjadi momentum penting untuk menjaga kedekatan antara TNI dan masyarakat.

 

"Dengan bekerja bersama seperti ini, silaturahmi antara Babinsa dan warga ketat terjalin. Kerja berat pun terasa lebih ringan kalau dilakukan sama-sama. Kami (TNI) akan selalu siap hadir di tengah-midst kesulitan masyarakat," tambah Iwayan.

 

Sementara itu, warga Desa Astina menyambut baik kehadiran dan keaktifan Babinsa dalam pembangunan desa tersebut. Mereka mengaku lebih termotivasi untuk menyelesaikan pengecoran jembatan karena didampingi langsung oleh aparat teritorial.


Momen Keakraban Babinsa Koramil 10/Tomini Nobar Piala Dunia 2026 Bersama Warga

 


Parigi Moutong - Personel Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 10/Tomini hadir dalam nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 bersama masyarakat. Warga tampak antusias menyaksikan laga sengit antara Portugal melawan Republik Demokratik (RD) Kongo.

 

Kegiatan nobar ini berlangsung di Desa Ulatan, Kecamatan Palasa, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Kamis (18/6/2026) dini hari. Suasana kebersamaan langsung terasa begitu peluit kick-off ditiup pada pukul 01.15 WITA.

 

Babinsa mengungkapkan, kegiatan nobar ini digelar bukan hanya sebagai ajang hiburan, melainkan sebagai sarana komunikasi sosial (komsos) untuk mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat di wilayah binaan.

 

"Nobar Piala Dunia ini menjadi momen yang sangat tepat untuk membaur dengan warga. Melalui kegiatan seperti ini, kemanunggalan TNI dan rakyat dapat semakin kokoh, sekaligus kami bisa memantau langsung situasi kamtibmas di wilayah," ujarnya.

 

Meski pertandingan digelar pada dini hari, antusiasme pencinta sepak bola di Desa Ulatan tidak surut. Sedikitnya ada sekitar 50 orang warga yang hadir memadati lokasi nobar demi mendukung tim kesayangan mereka.

 

Sorak sorai penonton pecah saat jalannya pertandingan antara tim bertabur bintang Portugal melawan kekuatan Afrika, RD Kongo, berlangsung sengit. Kehadiran Babinsa di tengah-tengah warga pun membuat suasana nobar menjadi lebih hangat, aman, dan tertib hingga laga usai.


Sambil Begadang, Puluhan Warga Sigi Nobar Piala Dunia 2026 Bareng Babinsa Kulawi.

  


Kulawi - Personel Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 03/Kulawi hadir dalam kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia 2026 bersama warga. Kegiatan ini berlangsung penuh keakraban di Desa Tongolowi, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

 

Acara nobar tersebut digelar pada Kamis (18/6/2026) dini hari mulai pukul 01.15 WITA. Puluhan warga tampak antusias berkumpul untuk menyaksikan jalannya pertandingan Portugal VS RD Kongo pesta sepak bola terakbar di dunia tersebut.

 

Babinsa menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar hiburan semata, melainkan menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi dan memantapkan kemanunggalan TNI dengan rakyat di wilayah binaan.

 

"Melalui kegiatan nonton bareng ini, kami ingin menciptakan suasana yang harmonis dan mempererat kedekatan antara Babinsa dengan masyarakat. Sambil menikmati pertandingan, kami juga bisa saling berkomunikasi dan bertukar informasi," ujar Babinsa.

 

Pantauan di lokasi, sedikitnya ada sekitar 50 orang warga Desa Tongolowi yang hadir memadati area nobar. Meski dilaksanakan pada dini hari, antusiasme masyarakat tetap tinggi. Gelak tawa dan sorak sorai penonton sesekali pecah saat tim yang mereka dukung berhasil menciptakan peluang.

 

Selain sebagai sarana hiburan, kehadiran Babinsa di tengah-tengah kerumunan warga ini juga bertujuan untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kecamatan Kulawi tetap aman, damai, dan kondusif.

 

Warga setempat menyambut positif inisiatif dari Koramil 03/Kulawi ini. Mereka berharap kegiatan kemasyarakatan yang melibatkan aparat TNI seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan ke depannya.


Selasa, 16 Juni 2026

Gempa M 6,7 Guncang Sulteng, Aksi Cepat Babinsa Evakuasi Korban ke Puskesmas Sigi

 

Palu - Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026) pukul 11.27 WITA. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

 

Berdasarkan data resmi BMKG, pusat gempa berada pada koordinat 1,04 Lintang Selatan (LS) dan 120,23 Bujur Timur (BT). Kedalaman gempa tercatat berada di 10 kilometer, atau sekitar 42 kilometer arah tenggara Kota Palu.

 

Pascagepa, aparat keamanan langsung turun ke lapangan untuk membantu warga yang terdampak. Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari Koramil 1306-02/Biromaru bergerak cepat melakukan penanganan di wilayah yang mengalami kerusakan cukup parah.

 


Babinsa bersama warga bergotong royong menyisir lokasi terdampak dan langsung mengevakuasi korban luka. Sejumlah warga yang membutuhkan penanganan medis segera dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat.

 

"Kami langsung turun ke lapangan setelah guncangan mereda untuk memastikan kondisi warga. Beberapa korban yang mengalami luka-luka langsung kami evakuasi ke Puskesmas Nokilalaki di Desa Kamarora, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi," ujar Babinsa, Rabu (17/6/2026).

 

Pihak Babinsa juga menjelaskan bahwa saat ini situasi di lokasi berangsur-angsur kondusif, namun personel gabungan masih tetap bersiaga di lapangan. Selain membantu evakuasi korban, petugas juga fokus membersihkan puing-puing bangunan yang roboh dan mengamankan jalur logistik.

 

Meskipun dinyatakan tidak berpotensi tsunami, BMKG tetap mengimbau masyarakat di wilayah Sulawesi Tengah, khususnya Kota Palu dan Kabupaten Sigi, untuk tetap tenang namun waspada terhadap potensi gempa bumi susulan. Warga juga diminta tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab dan memastikan informasi hanya bersumber dari resmi BMKG.

 

Hingga berita ini diturunkan, pendataan terkait total kerugian materiil maupun korban jiwa masih terus dilakukan oleh BPBD setempat bersama instansi terkait.


Senin, 15 Juni 2026

Kompak! Babinsa dan Warga Parigi Kebut Pasang Tiang-Las Jembatan Desa Nambaru

 


Parigi Moutong - Personel Babinsa Koramil 1306-08/Parigi bersama warga Desa Nambaru bergotong royong mempercepat pembangunan jembatan di Desa Nambaru, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Selasa (16/6/2026).

 

Tidak mengenal hari libur personel TNI dan masyarakat setempat tampak bahu-membahu memasang tiang hanger, melakukan pengelasan rangka, hingga melanjutkan penyusunan papan yang nantinya akan menjadi badan jalan jembatan tersebut.

 

Babinsa menjelaskan bahwa akselerasi pengerjaan ini dilakukan agar akses transportasi warga desa bisa segera pulih dan digunakan untuk aktivitas sehari-hari.

 

"Hari ini kami bersama warga fokus pada pemasangan tiang hanger dan pengelasan material besi. Selain itu, penyusunan papan untuk landasan jembatan juga terus dikebut agar target penyelesaian bisa tercapai tepat waktu," ujar Babinsa.

 


Ia menambahkan, kehadiran jembatan ini sangat vital bagi urat nadi perekonomian dan mobilitas warga Desa Nambaru. Oleh karena itu, semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat terus dipelihara demi mewujudkan infrastruktur yang layak.

 

Warga setempat pun menyambut baik dan mengapresiasi kehadiran personel Babinsa yang terjun langsung ke lapangan, memberikan motivasi sekaligus tenaga dalam pembangunan fasilitas umum tersebut.


Minggu, 14 Juni 2026

Gerak Cepat! Babinsa dan Warga Timbun Tali Sling Jembatan Garuda Parigi Moutong


Parigi Moutong - Personel Babinsa Koramil 1306-08/Parigi bersama warga Desa Nambaru, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, bergerak cepat melakukan aksi gotong royong. Mereka bahu-membahu mempercepat proses penimbunan tali sling di titik A Jembatan Garuda pada Senin (15/6/2026).

Aksi taktis ini dilakukan guna memastikan infrastruktur jembatan tetap kokoh dan aman dilalui oleh masyarakat setempat, mengingat Jembatan Garuda merupakan salah satu akses vital di wilayah tersebut.

Babinsa menjelaskan bahwa percepatan penimbunan ini dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk mencegah kerusakan yang lebih parah pada struktur penyangga jembatan.

"Kami bersama warga sengaja turun langsung hari ini untuk mempercepat penimbunan di area tali sling titik A. Langkah ini sangat penting agar daya ikat dan stabilitas jembatan tetap terjaga, terutama dalam mengantisipasi beban kendaraan yang melintas serta faktor cuaca," ujar Babinsa.

Sejak pagi hari puluhan warga bersama personel TNI tampak kompak mengangkut material tanah dan batu untuk menimbun bagian fondasi tali sling. Semangat kemanunggalan TNI dan rakyat begitu terasa dalam kegiatan ini.

Babinsa menambahkan, selain untuk mengamankan fisik jembatan, kegiatan gotong royong ini juga bertujuan untuk memupuk rasa kebersamaan dan kepedulian masyarakat terhadap fasilitas umum di desa mereka.

"Jembatan ini adalah urat nadi perekonomian dan mobilitas warga Desa Nambaru. Jika tidak segera kita benahi bersama, dikhawatirkan akan mengganggu aktivitas sehari-hari. Alhamdulillah, respons masyarakat sangat luar biasa dan pengerjaan bisa berjalan lebih cepat," tambahnya.