Kamis, 23 April 2026

Hari Kedua TMMD ke-128, Pengerjaan MCK di Parigi Moutong Makin Dikebut

 


Parigi Moutong - Satgas TMMD ke-128 Kodim 1306/Kota Palu terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan infrastruktur desa. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah penggalian lubang MCK di Dusun 5, Desa Sausu Trans, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong, Jumat (24/04/2026).

 

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Serma Daiman bersama sejumlah prajurit TNI dan warga setempat. Terlihat kebersamaan antara aparat dan masyarakat dalam proses pengerjaan, mulai dari penggalian hingga pembersihan lokasi.

 

Serma Daiman mengatakan, pembangunan MCK ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya dalam hal sanitasi lingkungan.

 

“Kami bersama anggota Satgas TMMD dan warga bahu-membahu melaksanakan penggalian lubang MCK ini. Harapannya, fasilitas ini nantinya dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan,” ujar Serma Daiman di lokasi kegiatan.

 


Ia menambahkan, keberadaan MCK yang layak sangat penting untuk mencegah berbagai penyakit yang disebabkan oleh sanitasi yang buruk.

 

“Dengan adanya MCK ini, kami berharap masyarakat tidak lagi buang air sembarangan. Ini juga sebagai bentuk edukasi agar warga semakin sadar pentingnya pola hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

 

Menurutnya, keterlibatan langsung warga dalam pembangunan tersebut menjadi salah satu kunci keberhasilan program TMMD.

 

“Kami ingin membangun tidak hanya secara fisik, tetapi juga menumbuhkan rasa kebersamaan dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar. Dengan gotong royong seperti ini, hasilnya akan lebih maksimal dan bisa dirasakan bersama,” tutupnya.

Sinergi TNI, Polri, Pemda, dan Masyarakat Warnai Hari Kedua TMMD ke-128 di Parigi Moutong

 


Sausu - Semangat kemanunggalan TNI dan rakyat terpancar kuat di lokasi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128. Memasuki hari kedua pelaksanaan, personel Satgas TMMD bersama warga bahu-membahu melakukan penggalian pondasi untuk program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

 

Aksi gotong royong ini berlangsung di Desa Sausu Trans, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong, Jumat (24/4/2026). Pantauan di lapangan menunjukkan tidak ada sekat antara prajurit dan masyarakat; mereka tampak kompak mencangkul dan menggali tanah demi mengejar target pembangunan.

 

Pembangunan RTLH menjadi salah satu sasaran fisik prioritas dalam TMMD kali ini. Sejak pagi hari, para prajurit sudah berada di lokasi untuk memulai tahapan paling krusial dalam konstruksi bangunan, yakni pondasi.

 

"Hari kedua ini kita fokus pada penggalian pondasi. Partisipasi masyarakat sangat luar biasa, mereka sejak pagi sudah ikut bergabung membantu tenaga meski cuaca di wilayah Parigi Moutong cukup terik semangat tidak pudar," ujar salah satu personel Satgas di lokasi.

 


Di lokasi terpisah, Pasi Ter Kodim 1306/Kota Palu, Kapten Inf Darwin, memberikan keterangannya terkait progres pengerjaan di lapangan. Ia mengapresiasi ritme kerja cepat yang ditunjukkan oleh tim Satgas dan warga setempat.

 

"Kami melihat progres yang positif di hari kedua ini. Sinergi antara TNI dan masyarakat di Desa Sausu Trans adalah kunci utama. Harapan kami, pembangunan RTLH ini selesai tepat waktu agar manfaatnya bisa segera dirasakan oleh warga yang membutuhkan hunian lebih layak dan sehat," ungkap Kapten Inf Darwin.

 

Program TMMD ke-128 ini tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur fisik seperti jalan dan rumah, tetapi juga bertujuan untuk mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat serta meningkatkan kesejahteraan sosial di wilayah pelosok.


Momen Babinsa Koramil 1306-08/Parigi Rakit Besi Pylon Jembatan Garuda di Titik B

 


Parigi Moutong - Personel Babinsa Koramil 1306-08/Parigi terus menunjukkan kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam menyukseskan infrastruktur daerah. Pada Jumat (24/4/2026), anggota Babinsa terjun langsung membantu warga merakit besi pylon untuk pembangunan Jembatan Garuda yang berlokasi di Titik B, Desa Nambaru, Kecamatan Parigi Selatan.

 

Menunjukkan semangat gotong royong yang tinggi antara Babinsa dan masyarakat setempat. Mereka bahu-membahu menyusun kerangka besi pylon yang menjadi struktur utama penyangga jembatan kebanggaan warga Parigi tersebut.

 

Babinsa menyatakan bahwa keterlibatan personelnya merupakan bentuk komitmen TNI AD dalam mendukung percepatan pembangunan di wilayah pedesaan.

 

"Kami hadir untuk memastikan pembangunan Jembatan Garuda ini berjalan lancar. Pylon di Titik B ini adalah salah satu bagian krusial, sehingga butuh ketelitian dan tenaga ekstra dalam perakitannya," ujarnya.

 

Warga Desa Nambaru mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan dari Babinsa. Menurutnya, kehadiran Babinsa tidak hanya memberikan bantuan tenaga, tetapi juga motivasi bagi warga untuk menyelesaikan tepat waktu.

 

"Kalau dikerjakan bersama Bapak-bapak TNI, rasanya pekerjaan berat jadi lebih ringan. Kami ingin jembatan ini cepat selesai supaya anak-anak sekolah dan warga yang mau ke kebun tidak kesulitan lagi," ungkapnya.

Hari Pertama TMMD ke-128, Personel Kodim Palu dan Warga Langsung Tancap Gas Bedah RTLH

 


PALU - TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Tahun 2026 resmi bergulir. Salah satu sasaran fisik utama dalam program ini adalah bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi warga kurang mampu di wilayah Kodim 1306/Kota Palu.

 

Memasuki hari pertama pelaksanaan pada Kamis (23/4/2026), personel Satgas TMMD langsung tancap gas memulai pengerjaan rumah milik Bapak Supriati (60). Warga Desa Sausu Trans, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) ini menjadi salah satu penerima manfaat program tahun ini.

 

Pantauan di lokasi, tampak personel Babinsa bahu-membahu bersama warga setempat. Suasana kekompakan dan kemanunggalan TNI-Rakyat terlihat jelas saat mereka mulai membongkar dan menyiapkan material.

 

Dansatgas TMMD ke-128 Kodim 1306/Kota Palu, Kolonel Inf Yudhi Hendro Prasetyo, menegaskan bahwa pembangunan RTLH ini merupakan komitmen TNI dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat.

 


"Tujuan program Rehabilitasi atau Pembangunan RTLH ini adalah untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal yang layak dihuni bagi warga kurang mampu," ujar Kolonel Inf Yudhi Hendro Prasetyo, Kamis (23/4).

 

Ia menambahkan, program ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan simbol kehadiran negara dan TNI di tengah kesulitan rakyat. Pihaknya menargetkan pengerjaan rumah Bapak Supriati dan sasaran fisik lainnya dapat rampung tepat waktu sesuai jadwal yang telah ditentukan.

 

Pengerjaan yang dimulai sejak hari pertama ini diharapkan dapat segera memberikan hunian yang lebih sehat, aman, dan nyaman bagi para penerima manfaat, sekaligus menggerakkan semangat gotong royong di tengah masyarakat pedesaan.

 

Pembangunan rumah Bapak Supriati di Desa Sausu ini merupakan satu dari sekian banyak sasaran fisik dalam TMMD ke-128.

 

Selain pembangunan RTLH, TMMD ke-128 juga menyasar berbagai pembangunan infrastruktur lainnya yang bertujuan untuk membuka aksesibilitas dan mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah Kabupaten Parimo.

Rabu, 22 April 2026

"Wujud Nyata Kemanunggalan, Intip Semangat Warga Tamo dan TNI Bangun Jembatan Garuda"

 


Parigi Moutong - Semangat gotong royong terpancar nyata di Dusun 3 Tamo, Desa Baina’a Barat, Kabupaten Parigi Moutong. Personel Babinsa Koramil 1308-09/Tinombo bersama warga setempat bahu-membahu melaksanakan pengecoran dasar tiang jembatan Garuda, Kamis (23/4/2026).

 

Sejak pagi hari warga bersama aparat TNI sudah berkumpul mengaduk semen dan menyusun material. Fokus utama pekerjaan hari ini adalah pengecoran struktur "kaki ayam" sebagai fondasi utama agar jembatan memiliki daya tahan yang kuat.

 

Babinsa Koramil 1308-09/Tinombo yang memimpin kegiatan tersebut menjelaskan bahwa pembangunan Jembatan Garuda ini merupakan urat nadi bagi mobilitas warga Dusun 3 Tamo.

 

"Hari ini kami fokus pada pengecoran kaki ayam dasar tiang. Ini adalah bagian paling krusial karena menjadi penopang beban seluruh konstruksi jembatan nantinya. Kami ingin memastikan kualitas campurannya maksimal agar jembatan ini awet," ujar Babinsa.

 


Sementara itu, warga setempat mengaku sangat terbantu dengan kehadiran Babinsa yang terjun langsung ke lapangan. Semangat para prajurit TNI dinilai menjadi pemacu warga untuk bekerja lebih giat.

 

"Kalau dikerjakan bersama-sama seperti ini, pekerjaan berat jadi terasa ringan. Kami sangat berterima kasih kepada Babinsa yang terus mendampingi kami dari awal perencanaan hingga pelaksanaan fisik hari ini," ujar salah satu tokoh masyarakat di lokasi.

 

Pembangunan Jembatan Garuda ini diharapkan segera rampung sehingga akses penghubung antar wilayah di Parigi Moutong semakin lancar dan tidak lagi terkendala saat debit air sungai meningkat.

"Tak Kenal Lelah, Aksi Heroik Babinsa Parigi Gotong Pasir Demi Pembangunan Desa Nambaru"

 


Parigi - Semangat terpancar nyata di Desa Nambaru, Kecamatan Parigi Selatan. Personel Babinsa dari Koramil 1306-08/Parigi terjun langsung bahu-membahu bersama warga dalam aksi pembangunan infrastruktur desa, Kamis (23/4/2026).

 

Pantauan di lokasi, tampak personel TNI dan masyarakat tidak kenal lelah melakukan pemasangan mal atau bekisting untuk pengecoran jembatan garuda. Selain teknis pertukangan, mereka juga terlihat kompak mengangkut material pasir secara manual dari titik penyimpanan ke lokasi pengerjaan.

 


Babinsa Koramil 1306-08/Parigi menjelaskan bahwa tahap pemasangan mal ini merupakan kunci utama dalam menentukan kualitas beton. Menurutnya, ketelitian dalam proses ini tidak boleh ditawar agar hasil pembangunan tahan lama.

 

"Pemasangan mal bertujuan membentuk cetakan sementara guna memastikan pengecoran beton menghasilkan struktur yang kuat, presisi, dan sesuai dengan standar teknis," ungkap sang Babinsa di sela-sela kegiatannya.

 


Ia menambahkan, keterlibatan TNI dalam kegiatan ini adalah wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Dengan terjun langsung dan bantuan teknis dari Babinsa, diharapkan jembatan ini memiliki mutu yang terjamin.

 

Tak hanya berkutat dengan kayu dan paku, aksi fisik luar biasa juga ditunjukkan oleh para personel Babinsa. Bersama warga, mereka membentuk barisan untuk memindahkan material pasir dari titik A ke titik B demi mempercepat proses pengerjaan.

 

Aksi angkut material ini dilakukan dengan penuh semangat meski cuaca cukup terik. Keringat yang bercucuran tak melunturkan senyum dan canda tawa antara prajurit berbaju doreng dengan warga setempat, menunjukkan betapa kuatnya ikatan kekeluargaan di Desa Nambaru.

Tinjau Jembatan Garuda di Parigi Selatan, Kolonel Yudhi: Ini Urat Nadi Ekonomi Warga

 


PALU - Komandan Kodim 1306/Palu, Kolonel Inf Yudhi Hendro Prasetyo, meninjau langsung progres pembangunan Jembatan Garuda di Desa Nambaru, Kecamatan Parigi Selatan, Rabu (22/4/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan pembangunaan jembatan tersebut berjalan sesuai target waktu yang telah ditentukan.

 

Pantauan di lokasi, Kolonel Yudhi memeriksa detail konstruksi jembatan yang diharapkan menjadi urat nadi baru bagi mobilitas warga dan memudahkan anak sekolah di wilayah Parigi Selatan dan sekitarnya.

 

Dandim 1306/Palu menjelaskan bahwa kehadiran TNI di lapangan bukan sekadar memantau, melainkan terjun langsung dalam pembangunan infrastruktur ini memiliki kualitas yang mumpuni untuk kepentingan rakyat.

 

"Hari ini kami turun langsung melihat perkembangan Jembatan Garuda. Sejauh ini progresnya cukup positif. Kami ingin memastikan pengerjaan berjalan tepat waktu tanpa mengurangi standar kualitas bangunan," ujar Kolonel Inf Yudhi Hendro Prasetyo di lokasi pengerjaan, Rabu (22/4).

 

Menurut Yudhi, Jembatan Garuda bukan hanya sekadar bangunan fisik, melainkan simbol percepatan akses ekonomi bagi warga Desa Nambaru.

 

"Jika jembatan ini rampung, akses distribusi hasil bumi dan mobilitas warga akan jauh lebih cepat. Kami dari Kodim akan terus membantu agar tidak ada kendala di lapangan," tambahnya.

 

Pembangunan Jembatan Garuda ini disambut antusias oleh warga setempat. Selama ini, akses transportasi di wilayah tersebut memang memerlukan perhatian khusus, terutama saat musim hujan yang kerap menghambat aktivitas ekonomi.

 

Dandim berharap seluruh pihak terkait, perintah daerah maupun masyarakat, dapat saling bekerja sama hingga jembatan ini diresmikan nantinya.