Rabu, 09 September 2026

Babinsa Gerak Cepat Tangani Karhutla di Pegunungan Petana Sigi, 3 Hektare Lahan Terbakar

 


Sigi – Personel Kodim 1306/Kota Palu bergerak cepat menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di kawasan Pegunungan Petana, Desa Jono, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Kebakaran tersebut diperkirakan menghanguskan lahan seluas kurang lebih 3 hektare.

 

Peristiwa Karhutla itu terjadi pada Rabu (9/9/2026). Informasi mengenai kebakaran pertama kali diketahui setelah seorang warga, Sinardi (39), melihat adanya kebakaran dan kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Desa Jono.

 

Laporan tersebut selanjutnya diteruskan kepada Babinsa Koramil 1306-04/Dolo, Kopda Sarmon. Mendapat informasi tersebut.

 

“Kami mendapat laporan dari masyarakat terkait adanya kebakaran. Setelah menerima informasi tersebut, kami langsung berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan bersama masyarakat menuju lokasi untuk melakukan pemadaman,” ujar Babinsa.

 

pemadaman dilakukan menggunakan alat seadanya dengan melibatkan masyarakat setempat. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah api semakin meluas dan membahayakan lahan di sekitar lokasi, mengingat kondisi kebakaran berada di kawasan pegunungan.

 

“Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan aktivitas di sekitar kawasan hutan dan lahan, terutama yang dapat memicu terjadinya kebakaran. Jika melihat adanya titik api, segera laporkan agar bisa ditangani secepat mungkin,” katanya.

Minggu, 06 September 2026

Babinsa Koramil Sausu Gerak Cepat Tangani Karhutla di Lahan Kosong Bendungan Induk

 


Parimo — Personel Koramil 1306-17/Sausu, Sertu Dedi Handoko, bergerak cepat bersama Bhabinkamtibmas dan pemerintah daerah dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lahan kosong kawasan Bendungan Induk, Desa Sausu Taliabo, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, Minggu (6/9/2026).

 

Kebakaran tersebut diperkirakan menghanguskan lahan seluas kurang lebih 2 hektare. Api diketahui muncul di lahan kosong yang berada di sekitar aliran Sungai Sausu.

 

Berdasarkan keterangan saksi, Ketut Sudianan, peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 11.20 WITA. Saat itu, Ketut sedang beraktivitas menyiram tanaman cokelat miliknya.

 

"Saat sedang menyiram pohon cokelat, saya mendengar suara seperti kayu terbakar dan terdengar retakan-retakan. Setelah itu saya melihat api sudah berkobar dan menjalar di lahan kosong dekat sungai," ujar Ketut.

 

Mengetahui adanya kebakaran, saksi kemudian segera menghubungi Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Petugas bersama unsur terkait langsung melakukan koordinasi untuk mencegah api meluas.

 

Sertu Dedi Handoko selaku Babinsa Koramil 1306-17/Sausu kemudian berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemda Parigi Moutong untuk mendapatkan bantuan dalam proses pemadaman.

 


"Begitu mendapat informasi adanya kebakaran, kami bersama Bhabinkamtibmas langsung menuju lokasi dan melakukan upaya pemadaman serta melokalisir titik api agar tidak meluas ke lahan dan perkebunan warga," kata Babinsa.

 

Menurutnya, kondisi lahan yang cukup kering dan terdapat material yang mudah terbakar membuat api cepat menjalar. Karena itu, penanganan dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat di sekitar lokasi.

 

"Kami juga berkoordinasi dengan BPBD untuk membantu proses pemadaman. Hal ini dilakukan sebagai langkah cepat untuk mengendalikan api dan mencegah kebakaran meluas," jelasnya.

 

Babinsa mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di lahan yang kering.

 

"Kami mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan. Jika melihat adanya titik api atau asap di kawasan lahan dan perkebunan, segera laporkan kepada aparat agar dapat ditangani sedini mungkin," ujarnya.

 

Hingga penanganan dilakukan, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan sekitar 2 hektare. Aparat bersama unsur pemerintah daerah terus melakukan pemantauan guna memastikan tidak terdapat titik api yang kembali menyala.

Sabtu, 05 September 2026

Kebakaran Lahan di Gunung Bale Donggala, Babinsa dan Tim Gabungan Bergerak Cepat Padamkan Api

 


Donggala — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di wilayah RT 2, belakang Kuburan Islam, Kelurahan Gunung Bale, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Sabtu (5/9/2026). Api dengan cepat ditangani oleh Babinsa Koramil 1306-06/Banawa bersama pemerintah daerah, aparat kepolisian, dan masyarakat setempat.

 

Babinsa bersama pihak terkait langsung melakukan koordinasi dan upaya pemadaman setelah mengetahui adanya kebakaran. Tim gabungan juga berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Donggala untuk mencegah api meluas dan merembet ke area permukiman warga.

 

Proses pemadaman dilakukan secara bersama-sama dengan mengerahkan personel serta peralatan yang tersedia. Berkat respons cepat seluruh pihak, api berhasil dipadamkan dan kondisi di lokasi dinyatakan aman.

 

Babinsa menjelaskan bahwa kondisi cuaca yang panas dan ekstrem serta vegetasi yang kering diduga menjadi salah satu faktor yang meningkatkan potensi terjadinya kebakaran.

 

"Kondisi cuaca yang panas dan vegetasi yang kering sangat mudah memicu dan mempercepat penyebaran api. Karena itu, begitu mendapat informasi, kami langsung bergerak bersama BPBD, kepolisian dan masyarakat untuk melakukan pemadaman agar api tidak merembet ke permukiman warga," jelas Babinsa.

 


Ia juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat kondisi cuaca panas dan kering. Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya api di kawasan yang memiliki vegetasi kering.

 

"Yang paling penting adalah kewaspadaan bersama. Jangan membakar sembarangan dan segera laporkan apabila melihat adanya titik api agar dapat ditangani sedini mungkin," tambahnya.

 

Dalam kejadian tersebut, tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian materiel (nihil). Petugas juga memastikan api telah padam dan situasi di sekitar lokasi kebakaran dalam kondisi aman.

 

Upaya pemadaman secara cepat dan terpadu tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi agar kebakaran tidak meluas

Kamis, 03 September 2026

Babinsa Koramil 1306-18/Sojol Latih PBB Siswa Pramuka SMKN Sojol Utara


 

Donggala — Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 1306-18/Sojol, Serka Aris, memberikan pelatihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB) kepada siswa-siswi Pramuka SMKN Sojol Utara. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman SMKN Desa Ogoamas 2, Kecamatan Sojol Utara, Kabupaten Donggala, Kamis (3/9/2026).

 

Dalam kegiatan tersebut, Serka Aris memberikan materi dan praktik PBB kepada para anggota Pramuka. Pelatihan meliputi dasar-dasar baris-berbaris, sikap sempurna, penghormatan, serta gerakan dasar lainnya.

 

Babinsa menyampaikan bahwa pemberian materi PBB bertujuan untuk membentuk kedisiplinan, kekompakan, ketertiban, serta rasa tanggung jawab para siswa.

 

“Pemberian materi PBB ini diharapkan dapat meningkatkan kedisiplinan dan kekompakan siswa dalam mengikuti kegiatan Pramuka maupun dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Babinsa.

 

Para siswa tampak antusias mengikuti setiap materi dan arahan yang diberikan. Pelatihan dilakukan secara bertahap, mulai dari penjelasan teori hingga praktik gerakan di lapangan.

 

Kegiatan pembinaan tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian Babinsa dalam mendukung pembinaan generasi muda, khususnya dalam membentuk karakter siswa yang disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki semangat kebersamaan.

Rabu, 02 September 2026

Pasca Banjir, Personel Kodim 1306/KP Bersama Tim Gabungan Bangun Dapur Darurat Untuk Warga di Desa Avalua.

 


Parigi Moutong – Personel Kodim 1306/KP bersama tim gabungan bersinergi membantu warga terdampak banjir dengan membangun dapur darurat untuk warga di Desa Avalua, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

 

Pembangunan dapur darurat tersebut dilakukan pada Rabu (2/9/2026) sebagai bentuk kepedulian dan upaya membantu memenuhi kebutuhan warga pascabencana banjir yang melanda wilayah tersebut.

 

Dalam kegiatan itu, personel TNI bersama tim gabungan dan masyarakat bergotong royong mengerjakan dapur darurat untuk warga. Pekerjaan dimulai dari pembuatan rangka dapur, pemasangan dinding, hingga pemasangan seng sebagai bagian dari atap dapur.

 

Babinsa Desa Avalua turut terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Babinsa menyampaikan bahwa pembangunan dapur darurat untuk warga dilakukan untuk membantu warga yang terdampak banjir agar kebutuhan makanan dapat tetap terpenuhi selama masa pemulihan pascabencana.

 

Selain membantu pembangunan fasilitas, personel di lapangan juga terus berkoordinasi dengan pemerintah desa, tim gabungan, dan masyarakat dalam penanganan dampak banjir.

 

Sinergi tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan kondisi warga Desa Avalua serta meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana.

 

Kegiatan gotong royong ini juga menjadi bentuk kehadiran TNI di tengah masyarakat, khususnya dalam membantu warga menghadapi situasi darurat pascabencana.


Dorong Ketahanan Pangan, Babinsa Koramil Kasimbar Turun Sawah Tanam Padi 5,5 Hektare di Ogodopi

 


Parigi Moutong — Wujud nyata dukungannya terhadap ketahanan pangan di wilayah binaan, Babinsa Koramil 1306-19/Kasimbar, Sertu Dewa Nyoman S, turun langsung ke sawah petani menanam padi bersama Kelompok Tani (Poktan) Mutiara. Kegiatan ini berlangsung di Desa Ogodopi, Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong, Rabu (2/9/2026).

Penanaman padi ini dilakukan di atas lahan seluas 5,5 hektare. Aksi gotong royong tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Ogodopi Jamaludin, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Nur Intan, S.P., serta Ketua Kelompok Tani Mutiara Agus bersama para anggota petani setempat.

Babinsa menjelaskan bahwa pendampingan yang dilakukan merupakan bentuk sinergitas TNI bersama instansi terkait untuk menyukseskan program swasembada pangan nasional, khususnya di wilayah Parigi Moutong.

"Ini kami lakukan untuk memberikan motivasi dan semangat kepada para petani agar terus mengolah lahan pertanian mereka secara optimal. Kami ingin memastikan proses tanam berjalan lancar sehingga target produksi beras di Desa Ogodopi dapat tercapai maksimal," ujar Babinsa.

Sementara itu, Kepala Desa Ogodopi, Jamaludin, mengapresiasi kehadiran Babinsa dan PPL yang selalu aktif memberikan pendampingan kepada warga. Menurutnya, kehadiran unsur Pembina Desa dan pendamping lapangan sangat membantu meningkatkan efisiensi dan semangat para petani saat masa tanam tiba.

Dengan adanya sinergi yang erat antara TNI, dinas pertanian melalui PPL, pemerintah desa, dan para petani, diharapkan produktivitas panen Poktan Mutiara musim ini mengalami peningkatan signifikan.`

Senin, 31 Agustus 2026

Tingkatkan Kesiapan Prajurit, Kodim 1306/Kota Palu Gelar Lari 5 Km Rutin

  

Palu
- Anggota Kodim 1306/Kota Palu melaksanakan lari perorangan sejauh 5 kilometer sebagai bagian dari pembinaan fisik dan upaya menjaga kebugaran personel. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Perwira Staf Operasi (Pasi Ops) Kodim 1306/Kota Palu Kapten Inf Arnold Paretta.

Kegiatan lari dilaksanakan secara rutin setiap hari Selasa dan Kamis. Para personel menempuh jarak sekitar 5 kilometer dengan rute yang telah ditentukan di wilayah Kota Palu.
Kapten Inf Arnold Paretta mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan fisik prajurit agar personel Kodim 1306/Kota Palu tetap memiliki kondisi tubuh yang prima dalam menjalankan tugas.

"Lari perorangan ini rutin kami laksanakan setiap Selasa dan Kamis. Tujuannya untuk menjaga kebugaran dan meningkatkan daya tahan tubuh personel sehingga selalu siap melaksanakan tugas kapan pun dibutuhkan," kata Kapten Arnold.

Menurutnya, kondisi fisik yang prima menjadi salah satu modal penting bagi prajurit dalam melaksanakan tugas di lapangan. Terlebih, anggota TNI dituntut selalu siap bergerak dalam berbagai situasi dan kondisi.
"Sebagai prajurit, kita harus selalu siap. Kebugaran bukan hanya untuk menunjang kesehatan, tetapi juga menjadi bagian dari kesiapan operasional dalam melaksanakan tugas," ujarnya.
Arnold menambahkan, lari perorangan juga menjadi sarana bagi personel untuk menjaga stamina sekaligus membangun kedisiplinan dalam menjalani pola hidup sehat.
"Kami berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan penuh kesadaran dan konsisten. Dengan tubuh yang sehat dan bugar, personel akan lebih optimal dalam melaksanakan tugas serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," pungkasnya.
Kegiatan lari berlangsung dengan tertib dan aman. Para personel tetap memperhatikan kondisi masing-masing selama melaksanakan olahraga untuk menjaga keselamatan dan mencegah cedera. (Pendim_1306)