Selasa, 09 Juni 2026

Kebut Pembangunan Jembatan Garuda, Babinsa dan Warga Pasang Wiremesh hingga Cat Pagar

 


PARIGI SELATAN  - Personel Babinsa Koramil 1306-08/Parigi bersama warga Desa Nambaru bergotong-royong mempercepat pembangunan Jembatan Garuda yang terletak di Desa Nambaru, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Rabu (10/6/2026).

 

Sinergi antara TNI dan masyarakat terlihat begitu erat. Mereka saling bahu-membahu menyelesaikan beberapa tahapan penting dalam pembangunan fasilitas penyeberangan tersebut.

 

Ada beberapa sasaran fisik yang digenjot hari ini, di antaranya: Pemotongan besi 19 yang akan digunakan sebagai hanger (gantungan struktur jembatan), Pengecatan anti-karat pada bagian pagar jembatan untuk menjaga ketahanan material dari korosi dan Pemasangan wiremesh (warmes) pada pagar jembatan guna memastikan faktor keamanan bagi warga yang melintas nantinya.

 

Babinsa menjelaskan bahwa pembangunan Jembatan Garuda ini merupakan infrastruktur krusial yang sudah lama dinantikan oleh warga setempat.

 


"Hari ini kami fokus pada penguatan struktur dan pengamanan jembatan, mulai dari memotong besi ukuran 19 untuk hanger, mengecat anti-karat, hingga memasang wiremesh pada pagar jembatan. Semua dilakukan secara swadaya dan gotong-royong bersama warga," ujar Babinsa.

 

Ia menambahkan, kehadiran Jembatan Garuda ini nantinya akan memperlancar mobilitas warga Desa Nambaru, baik untuk akses transportasi sehari-hari maupun untuk mengangkut hasil pertanian.

 

"Kami berharap pembangunan ini berjalan lancar tanpa kendala cuaca, sehingga bisa segera diresmikan dan digunakan oleh masyarakat. Gotong-royong seperti ini juga menjadi bukti nyata bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat di wilayah Parigi Selatan tetap terjaga dengan kuat," pungkasnya.

 

Sementara itu, warga Desa Nambaru menyambut baik dan mengapresiasi pendampingan aktif dari personel Babinsa yang terus mengawal pembangunan jembatan dari awal hingga tahap finishing ini.

Senin, 08 Juni 2026

Bangun Jembatan Aramco, Babinsa dan Warga Sidoan Gotong Royong Sejak Pagi.

 


Palu - Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 1306-09/Tinombo, Serma Yachin, bersama warga Desa Bondoyong bergerak cepat melakukan aksi gotong royong. Mereka mulai menggarap pembangunan jembatan Aramco di Dusun 3, Desa Bondoyong, Kecamatan Sidoan, Kabupaten Parigi Moutong, Selasa (9/6/2026).

 

Pantauan di lokasi sejak Selasa pagi, personel TNI bersama puluhan warga setempat bahu-membahu menyiapkan material. Pembangunan jembatan ini menjadi prioritas karena merupakan jalur vital bagi mobilitas harian warga dan distribusi hasil pertanian.

 

"Hari ini kami bersama warga Dusun 3 Desa Bondoyong sudah mulai turun ke lapangan untuk pengerjaan awal jembatan Aramco. Ini adalah wujud sinergi TNI dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan infrastruktur desa," ujar Serma Yachin.

 


Serma Yachin menjelaskan, pemilihan material pipa baja bergelombang (Aramco) ini dinilai sangat tepat karena proses instalasinya yang relatif cepat dan memiliki daya tahan yang kuat terhadap beban serta arus air.

 

Di lokasi yang sama, Kepala Desa Bondoyong menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Babinsa yang memotivasi warga untuk aktif bergotong royong. Menurutnya, jembatan di Dusun 3 ini memang sudah lama membutuhkan perbaikan agar akses transportasi warga tidak terhambat, terutama saat musim penghujan.

 

"Kehadiran Pak Babinsa sangat membantu memacu semangat warga. Dengan gotong royong ini, kami optimis pembangunan jembatan Aramco bisa selesai tepat waktu sehingga aktivitas ekonomi dan transportasi warga kembali lancar," pungkasnya.

Minggu, 07 Juni 2026

Demi Akses Sekolah-Ekonomi, TNI dan Warga Parigi Selatan Kebut Rakit Jembatan Garuda

 


Parigi Moutong - Personel Babinsa Koramil 1306-08/Parigi bersama warga Desa Nambaru, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, bergerak cepat bergotong-royong merakit tiang besi dan memasang laberang Jembatan Garuda, Senin (8/6/2026). Aksi ngebut ini dilakukan demi mempercepat mobilitas warga setempat.

Tampak sinergi kuat antara TNI dan masyarakat. Dengan peralatan seadanya namun penuh semangat, mereka bahu-bahu merakit tali baja menjadi jembatan yang kokoh.

Babinsa menjelaskan bahwa pembangunan Jembatan Garuda ini merupakan urat nadi penting bagi aktivitas harian warga Desa Nambaru.

"Hari ini kami fokus pada percepatan perakitan tiang besi dan pemasangan kabel laberang (tali baja penyeimbang). Ini krusial agar struktur jembatan stabil dan aman saat digunakan nanti," ujar Babinsa.

Lebih lanjut, Babinsa mengungkapkan bahwa percepatan pembangunan ini sengaja dilakukan mengingat pentingnya akses jembatan tersebut bagi roda perekonomian dan akses anak-anak menuju sekolah. Selama ini, warga harus memutar jalan atau menghadapi risiko saat menyeberang jika kondisi air sungai sedang pasang.

Sabtu, 06 Juni 2026

The Real Kemanunggalan! TNI dan Warga Parigi Moutong Gotong Royong Cor Jembatan Garuda

 


Parigi Moutong - Semangat kemanunggalan antara TNI dan rakyat kembali tersaji nyata di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Personel Babinsa Koramil 1308-09/Tinombo bahu-membahu bersama warga Dusun 3 Tamo, Desa Baina'a Barat, melaksanakan pengecoran pembangunan Jembatan Garuda, Minggu (7/6/2026).

Sejak pagi hari warga bersama anggota TNI sudah berkumpul di lokasi pembangunan. Tanpa canggung, personel Babinsa dan warga saling berbagi tugas—mulai dari mengangkut material pasir, semen, hingga melakukan pengecoran jembatan secara bergotong-royong.

Pembangunan Jembatan Garuda ini dinilai sangat vital bagi mobilitas warga setempat. Pasalnya, jembatan ini menjadi akses utama yang menghubungkan area perkebunan dan pemukiman, sekaligus menjadi urat nadi perekonomian warga Dusun 3 Tamo serta anak sekolah.

Babinsa menyampaikan bahwa kehadiran TNI di tengah-tengah masyarakat bukan hanya sekadar membantu tenaga, tetapi juga untuk memelihara budaya gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.

"Kegiatan ini adalah wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kami hadir untuk membantu mengatasi kesulitan warga, sekaligus memastikan pembangunan infrastruktur desa seperti Jembatan Garuda ini bisa berjalan lancar demi kesejahteraan masyarakat di Desa Baina'a Barat," ujar Babinsa.

Ia juga menambahkan, melalui aksi gotong royong seperti ini, hubungan emosional antara aparat teritorial dan warga akan semakin kuat dan harmonis.

Jumat, 05 Juni 2026

Bahu-membahu, Babinsa dan Warga Bondoyong Turun Bersihkan Sungai Dusun 3

 


Parigi Moutong - Aksi nyata dalam mengantisipasi bencana banjir dan menjaga kebersihan lingkungan diperlihatkan oleh jajaran TNI di wilayah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo). Babinsa Koramil 1306-09/Tinombo, Serma Yachin, turun langsung memimpin aksi kerja bakti membersihkan aliran sungai di Dusun 3, Desa Bondoyong, Kecamatan Sidoan, Sabtu (6/6/2026).

Kegiatan gotong royong ini diikuti antusias oleh warga setempat. Dengan menggunakan alat seadanya seperti parang, cangkul, dan sekop, Babinsa bersama warga bahu-membahu membersihkan tumpukan sampah, ranting pohon, dan sedimentasi lumpur yang menyumbat aliran sungai.

Babinsa Serma Yachin menyampaikan bahwa kegiatan kerja bakti ini merupakan salah satu upaya preventif untuk mencegah terjadinya luapan air sungai, terlebih saat memasuki musim penghujan.

"Pembersihan sungai ini sangat penting untuk memastikan aliran air tetap lancar. Kalau tersumbat sampah atau ranting, potensinya bisa meluap dan menggenangi pemukiman warga di Dusun 3 ini," ujarnya

"Kami mengimbau dan mengajak seluruh masyarakat untuk tidak lagi membuang sampah sembarangan, khususnya ke dalam sungai. Menjaga kebersihan sungai adalah tanggung jawab kita bersama, bukan hanya tugas aparat," tegas Serma Yachin.

Kamis, 04 Juni 2026

Semangat Babinsa dan Warga Dalam Pembangunan Jembatan Di Desa Nambaru


 

Parigi Selatan - Sinergi antara TNI dan masyarakat terus digalakkan demi percepatan pembangunan di daerah. Personel Babinsa Koramil 1306-08/Parigi bersama warga Desa Nambaru bergotong-royong melaksanakan pengecoran jalan dudukan pylon di titik B untuk pembuatan Jembatan Garuda, Kecamatan Parigi Selatan, Jumat (5/6/2026).

 

Babinsa bersama warga bahu-bahu membahu mengangkut campuran semen untuk mengecor jalan penting tersebut. Kehadiran TNI di tengah-tengah masyarakat ini terbukti mampu membakar semangat gotong-royong warga setempat.

 

Babinsa menjelaskan bahwa pembangunan Jembatan Garuda ini merupakan infrastruktur vital yang sangat dinantikan oleh masyarakat. Pengecoran jalan dudukan pylon di titik B ini menjadi salah satu tahapan krusial agar struktur jembatan memiliki fondasi yang kokoh.

 


"Hari ini kami bersama warga fokus pada pengecoran dudukan pylon di titik B. Ini adalah bagian penting dari konstruksi Jembatan Garuda agar nantinya jembatan ini aman dan kuat saat digunakan oleh masyarakat," ujar Babinsa.

 

Babinsa juga menambahkan, aksi gotong-royong ini bukan sekadar mengejar target penyelesaian fisik jembatan, melainkan juga untuk merawat kemanunggalan TNI dan rakyat.

 

"Melalui kegiatan seperti ini, silaturahmi dan kebersamaan antara Babinsa dengan warga desa binaan akan semakin kuat. Kami berharap Jembatan Garuda ini bisa segera rampung agar akses mobilitas dan perekonomian warga Desa Nambaru serta sekitarnya bisa berjalan lebih lancar," pungkasnya.

Rabu, 03 Juni 2026

Sinergi TNI-Warga Parigi Moutong Kebut Rakit Tiang Besi Jembatan Garuda

 


Parigi Moutong - Personel Babinsa Koramil 1306-08/Parigi bersama warga Desa Nambaru, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, bergerak cepat merakit tiang besi Jembatan Garuda pada Kamis (4/6/2026). Aksi gotong royong ini dilakukan guna mempercepat mobilitas warga dan memastikan akses transportasi antarwilayah kembali normal.

Warga bersama anggota TNI bahu-bahu mengangkat dan merakit material besi yang cukup berat. Meski di bawah terik matahari, semangat kebersamaan antara aparat teritorial dan masyarakat tampak begitu kental.

Babinsa menjelaskan bahwa pembangunan Jembatan Garuda ini merupakan urat nadi perekonomian bagi warga Desa Nambaru dan sekitarnya.

Menurut Babinsa, percepatan rakitan tiang besi ini sengaja digenjot agar jembatan bisa segera difungsikan. Selama ini, rusaknya akses jalan atau jembatan penghubung cukup menghambat aktivitas harian warga, terutama dalam mengangkut hasil pertanian.

"Kami bersama warga berkomitmen untuk menyelesaikan rakitan tiang besi Jembatan Garuda ini secepat mungkin. Kehadiran jembatan ini sangat dinantikan warga, terutama untuk jalur transportasi hasil bumi dan akses anak-anak pergi ke sekolah," ujarnya.

Ia juga menambahkan, kegiatan ini bukan sekadar membangun infrastruktur fisik, melainkan juga sebagai sarana memelihara kemanunggalan TNI dan rakyat.

"Gotong royong seperti ini adalah budaya kita. Dengan bekerja bersama-sama, pekerjaan yang berat menjadi lebih ringan dan cepat selesai," imbuhnya.