Parimo —
Personel Koramil 1306-17/Sausu, Sertu Dedi Handoko, bergerak cepat bersama
Bhabinkamtibmas dan pemerintah daerah dalam menangani kebakaran hutan dan lahan
(karhutla) di lahan kosong kawasan Bendungan Induk, Desa Sausu Taliabo,
Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, Minggu
(6/9/2026).
Kebakaran
tersebut diperkirakan menghanguskan lahan seluas kurang lebih 2 hektare. Api
diketahui muncul di lahan kosong yang berada di sekitar aliran Sungai Sausu.
Berdasarkan
keterangan saksi, Ketut Sudianan, peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul
11.20 WITA. Saat itu, Ketut sedang beraktivitas menyiram tanaman cokelat
miliknya.
"Saat
sedang menyiram pohon cokelat, saya mendengar suara seperti kayu terbakar dan
terdengar retakan-retakan. Setelah itu saya melihat api sudah berkobar dan
menjalar di lahan kosong dekat sungai," ujar Ketut.
Mengetahui
adanya kebakaran, saksi kemudian segera menghubungi Babinsa dan
Bhabinkamtibmas. Petugas bersama unsur terkait langsung melakukan koordinasi
untuk mencegah api meluas.
Sertu Dedi
Handoko selaku Babinsa Koramil 1306-17/Sausu kemudian berkoordinasi dengan
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemda Parigi Moutong untuk
mendapatkan bantuan dalam proses pemadaman.
"Begitu
mendapat informasi adanya kebakaran, kami bersama Bhabinkamtibmas langsung
menuju lokasi dan melakukan upaya pemadaman serta melokalisir titik api agar
tidak meluas ke lahan dan perkebunan warga," kata Babinsa.
Menurutnya,
kondisi lahan yang cukup kering dan terdapat material yang mudah terbakar
membuat api cepat menjalar. Karena itu, penanganan dilakukan secara
bersama-sama dengan melibatkan unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, serta
masyarakat di sekitar lokasi.
"Kami
juga berkoordinasi dengan BPBD untuk membantu proses pemadaman. Hal ini
dilakukan sebagai langkah cepat untuk mengendalikan api dan mencegah kebakaran
meluas," jelasnya.
Babinsa mengimbau
masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran,
terutama di lahan yang kering.
"Kami
mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan
pembakaran lahan sembarangan. Jika melihat adanya titik api atau asap di
kawasan lahan dan perkebunan, segera laporkan kepada aparat agar dapat
ditangani sedini mungkin," ujarnya.
Hingga
penanganan dilakukan, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan sekitar
2 hektare. Aparat bersama unsur pemerintah daerah terus melakukan pemantauan
guna memastikan tidak terdapat titik api yang kembali menyala.
















