Selasa, 14 April 2026

Demi Cegah Pergeseran Fondasi, Area Pylon Jembatan Garuda di Parigi Selatan Mulai Ditimbun


PARIGI - Proyek pembangunan Jembatan Garuda di Desa Nambaru, Kecamatan Parigi Selatan, terus dikebut. Memasuki hari ke-10, personel Babinsa Koramil 1306-08/Parigi bersama warga setempat bahu-membahu melaksanakan proses penimbunan pylon yang telah selesai dicor, Rabu (15/4/2026).

 

Semangat kemanunggalan TNI dan rakyat sangat terasa. Secara bergantian, anggota Babinsa dan warga mengangkut tanah serta material batu untuk mengisi area di sekitar struktur menara jembatan tersebut.

 

Proses penimbunan ini bukan sekadar pengisian lahan, melainkan bagian krusial dalam teknis konstruksi jembatan. Material tanah dan batu dihamparkan di area sekitar fondasi tiang bor (bored pile) serta abutmen.

 

Adapun fungsi utama dari penimbunan memastikan tinggi permukaan tanah sesuai dengan rencana teknis pembangunan dan menahan posisi menara agar tetap stabil dan mencegah pergeseran pada fondasi pylon. Khusus untuk jembatan di area perairan, timbunan ini berfungsi menahan gerusan arus air yang dapat merusak fondasi dalam jangka panjang.

 

Babinsa Koramil 1306-08/Parigi yang terjun langsung ke lapangan menyatakan bahwa kerja bakti ini merupakan wujud nyata dukungan TNI terhadap percepatan infrastruktur di Desa Nambaru.

 


"Hari ini sudah memasuki hari ke-10. Kami bersama warga tetap semangat, saling bergantian mengangkut material agar area sekitar pylon segera stabil dan pembangunan bisa masuk ke tahap berikutnya," ujarnya.

 

Kehadiran Jembatan Garuda ini sangat dinantikan oleh masyarakat Kecamatan Parigi Selatan. Jembatan ini diharapkan menjadi urat nadi baru yang memperlancar akses transportasi dan distribusi hasil bumi warga desa.

 

"Kami sangat terbantu dengan adanya bapak-bapak tentara. Pekerjaan yang berat jadi terasa lebih ringan karena dikerjakan bersama-sama," ungkap salah seorang warga yang ikut dalam penimbunan tersebut.

 

Hingga siang ini, pengerjaan masih terus berlangsung dengan fokus memastikan kepadatan material timbunan di area fondasi pylon maksimal sebelum melanjutkan ke tahap konstruksi bagian atas.

Sinergi Tanpa Lelah, Babinsa dan Warga Baina'a Barat Rakit Besi Jembatan Garuda

 


PARIGI MOUTONG - Semangat gotong royong terpancar nyata di Dusun 3 Tamo, Desa Baina'a Barat, Kecamatan Tinombo. Tanpa mengenal lelah, Babinsa Koramil 1306-09/Tinombo bahu-membahu bersama warga setempat merakit besi cakar ayam untuk pembangunan Jembatan Garuda, Rabu (15/4/2026).

 

Personel Babinsa dan warga tampak antusias menyusun dan mengikat satu per satu besi tulangan yang akan menjadi fondasi utama jembatan tersebut. Meski cuaca cukup menyengat, kerja sama tim yang solid membuat pekerjaan berat tersebut terasa lebih ringan.

 

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan.

 

Babinsa mengungkapkan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat bukan sekadar membantu fisik pembangunan, tetapi juga untuk memotivasi warga agar terus melestarikan budaya gotong royong.

 


"Kami bersama warga berkomitmen menyelesaikan rakitan besi ini dengan teliti agar konstruksi Jembatan Garuda nantinya kokoh dan aman digunakan masyarakat dalam jangka panjang," ujarnya.

 

Pembangunan Jembatan Garuda ini diprediksi akan membawa dampak positif bagi mobilitas warga Dusun 3 Tamo. Selama ini, akses transportasi menjadi tantangan tersendiri, terutama saat membawa hasil bumi.

 

Dengan adanya jembatan yang lebih representatif, diharapkan mempermudah mobilitas antar dusun, mempercepat distribusi hasil pertanian warga Desa Baina'a Barat, memberikan rasa aman bagi pengguna jalan, terutama anak sekolah.

 

Hingga berita ini diturunkan, proses perakitan besi masih terus berlangsung dengan penuh semangat dan kebersamaan antara aparat dan rakyat.

Dukung Program Pemerintah, Babinsa Kasimbar Turun Langsung Bantu Panen Padi

Parimo - Dalam rangka mendukung program pemerintah di sektor ketahanan pangan, Serka Alfiyatu Babinsa Koramil 1306-19/Kasimbar melaksanakan kegiatan pendampingan panen padi bersama para petani di Desa Kasimbar Palapi, Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Rabu (15/04/2026)

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya TNI AD melalui aparat kewilayahan untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam membantu meningkatkan produktivitas pertanian serta kesejahteraan petani.

Babinsa Koramil 1306-19/Kasimbar turun langsung ke sawah membantu proses panen, mulai dari memotong padi hingga mengangkut hasil panen. Kehadiran Babinsa disambut baik oleh para petani yang merasa terbantu dengan tenaga tambahan di tengah musim panen.

Menurut Babinsa setempat, pendampingan ini tidak hanya sebatas membantu secara fisik, tetapi juga sebagai bentuk motivasi kepada petani agar tetap semangat dalam mengelola lahan pertanian mereka.

“Kami hadir untuk memberikan dukungan kepada petani, sekaligus memastikan program ketahanan pangan pemerintah dapat berjalan dengan baik di wilayah binaan,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu petani Desa Kasimbar Palapi mengungkapkan rasa terima kasih atas kepedulian Babinsa yang selalu aktif mendampingi sejak masa tanam hingga panen.

“Kami sangat terbantu dengan kehadiran Babinsa. Selain membantu tenaga, mereka juga sering memberikan arahan yang bermanfaat,” katanya.

Diharapkan melalui kegiatan ini, sinergi antara TNI dan masyarakat semakin kuat, serta mampu meningkatkan hasil pertanian guna mendukung ketahanan pangan nasional. (Pen_1306)

Senin, 13 April 2026

Potret Semangat Tanpa Batas TNI di Parigi Selatan, Berpeluh Keringat Demi Jembatan Garuda

 


Parigi Selatan - Semangat pengabdian tanpa batas ditunjukkan oleh jajaran TNI dari Babinsa Koramil 1306-08/Parigi. Bersama warga setempat, mereka bahu-membahu melakukan percepatan pembangunan Jembatan Garuda di Desa Nambaru, Kecamatan Parigi Selatan, Selasa (14/4/2026).

Kemanunggalan TNI dan rakyat begitu terasa. Babinsa bersama warga tampak kompak melakukan pengecoran pylon atau tiang penyangga utama jembatan. Tanpa sekat, mereka saling berbagi tugas demi rampungnya infrastruktur vital tersebut.

"Hari ini kami fokus pada pengecoran pylon. Ini adalah bagian krusial dari struktur Jembatan Garuda. Kami bersama warga berupaya semaksimal mungkin agar pengerjaan ini berjalan cepat namun tetap presisi," ujar Babinsa.

Gotong Royong Jadi Kunci Pembangunan Jembatan Garuda ini memang menjadi perhatian khusus. Kehadiran jembatan ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh warga dan memperlancar akses ekonomi di wilayah Desa Nambaru.


Beberapa poin utama dalam pengerjaan hari ini:

Pengecoran Pylon: Fokus utama pengerjaan untuk memastikan kekuatan fondasi atas jembatan.

Sinergi Babinsa & Warga: Keterlibatan aktif aparat teritorial dalam membantu teknis pengerjaan di lapangan.

Target Percepatan: Upaya pengerjaan ekstra agar jembatan dapat segera digunakan oleh masyarakat umum.

Warga Desa Nambaru mengaku sangat terbantu dengan kehadiran para prajurit TNI. Semangat gotong royong yang kembali berkobar membuat beban pekerjaan yang berat terasa lebih ringan.

"Kami sangat bersyukur bapak-bapak TNI terjun langsung. Dengan gotong royong begini, pengerjaan pengecoran tiang jembatan jadi lebih cepat. Ini jembatan yang kami tunggu-tunggu," ungkap salah seorang warga setempat.

Pembangunan Jembatan Garuda ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara TNI dan masyarakat adalah modal utama dalam pembangunan infrastruktur di daerah pelosok.

Mantap! Tak Kenal Lelah, Babinsa di Donggala Distribusi Ribuan Porsi Makanan Bergizi ke Sekolah

 


DONGGALA - Semangat pengabdian tanpa batas ditunjukkan oleh jajaran TNI dari Koramil 1306-14/Balaesang. Di bawah terik matahari jalur Trans Sulawesi, Babinsa terjun langsung memastikan distribusi makanan bergizi bagi anak sekolah berjalan lancar tanpa hambatan.

Aksi nyata ini merupakan kolaborasi apik antara TNI dengan Yayasan Tumbuh Tujuh Tangkai dalam mendukung program pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi generasi muda.

Pantauan di lokasi pada Selasa (14/4/2026), personel Babinsa tampak sigap distribusi di sepanjang Jalan Trans Sulawesi, Desa Siweli, Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala. Meski medan dan cuaca menantang, mereka seolah tidak mengenal lelah demi memastikan ribuan porsi makanan sampai tepat waktu di tangan para siswa.

Ribuan Porsi untuk Belasan Sekolah program pendistribusian kali ini menyasar skala yang cukup besar di wilayah Balaesang. Berdasarkan data yang dihimpun, berikut adalah detail capaian distribusi hari ini Total Makanan: 2.031 Porsi, Sasaran 17 Unit Sekolah.


Tak sekadar kenyang, menu yang disiapkan oleh Yayasan Tumbuh Tujuh Tangkai telah disusun dengan memperhatikan keseimbangan nutrisi. Setiap paket makanan yang diterima siswa berisi Karbohidrat & Protein: Nasi Goreng dengan Telur Mata Sapi, Lauk Pendamping: Tempe goreng, Serat & Vitamin: Acar segar dan Buah Apel sebagai pencuci mulut.

"Kami hadir untuk memastikan bahwa setiap anak di wilayah binaan kami mendapatkan hak gizi mereka. Ini adalah instruksi langsung untuk mendukung program pemerintah pusat dalam mencetak generasi emas," ujar Babinsa di sela-sela kegiatannya di Desa Siweli.

Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat ini mendapat apresiasi positif dari pihak sekolah dan orang tua murid. Sinergi antara TNI dan yayasan sosial seperti ini diharapkan terus berlanjut guna menekan angka stunting dan meningkatkan konsentrasi belajar siswa di Kabupaten Donggala.

Minggu, 12 April 2026

Potret Kompak TNI dan Warga Parigi Selatan Garap 'Jantung' Jembatan Garuda

 


Parigi Moutong - Pembangunan Jembatan Garuda di Desa Nambaru, Kecamatan Parigi Selatan, terus menunjukkan progres signifikan. Memasuki awal pekan, personel Babinsa Koramil 1306-08/Parigi bersama warga mulai melakukan pekerjaan berat berupa perakitan dan pengecoran pylon atau tiang utama jembatan, Senin (13/4/2026).

Kerja sama antara prajurit TNI dan masyarakat lokal terlihat sangat kompak. Mereka berjibaku merakit rangkaian besi tulangan yang menjadi struktur tulang punggung jembatan tersebut sebelum akhirnya dilakukan proses pengecoran.

Pylon ini merupakan komponen krusial dalam struktur Jembatan Garuda. Ketahanan jembatan dalam jangka panjang sangat bergantung pada presisi perakitan besi dan kualitas pengecoran tiang penyangga utama ini.

Proses perakitan besi pylon yang membutuhkan ketelitian tinggi ini dilakukan secara manual dengan pengawasan dari personel Babinsa yang memiliki pengalaman di bidang teritorial dan pembangunan infrastruktur desa.


"Hari ini kita fokus pada perakitan besi dan pengecoran pylon. Ini adalah bagian 'jantung' dari jembatan. Jika struktur utamanya kuat, maka keamanan warga yang melintas nantinya juga terjamin," ujar Babinsa.

Aura semangat gotong royong sangat terasa meskipun cuaca di lokasi cukup terik. Warga secara bergantian mengangkat material batu kedalam lubang yang suda siap cor.

Diharapkan dengan dikebutnya pengerjaan struktur utama ini, Jembatan Garuda dapat segera rampung sesuai target. Warga Desa Nambaru menyambut antusias progres ini karena jembatan tersebut merupakan akses vital untuk mobilitas ekonomi dan sosial masyarakat setempat.

"Kami sangat bersyukur. Kehadiran Babinsa benar-benar menjadi motor penggerak. Sejak pagi kami sudah di sini merakit besi, dan hari ini pylon akan siap dicor. Ini kemajuan besar buat desa kami," kata salah seorang warga yang ikut dalam kegiatan tersebut.

Kerja bakti ini tidak hanya sekadar membangun infrastruktur, namun juga memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat di wilayah Parigi Selatan. Dengan berdirinya pylon jembatan ini, asa warga Desa Nambaru untuk memiliki akses jalan yang lebih baik kini semakin dekat menjadi kenyataan.

Sabtu, 11 April 2026

Kompak! Tak Kenal Lelah, Babinsa dan Warga Nambaru Bahu-membahu Bangun Jembatan Garuda.

 


 

Parigi Moutong - Semangat gotong royong warga Desa Nambaru, Kecamatan Parigi Selatan, seolah tak ada habisnya. Bersama personel Babinsa Koramil 1306-08/Parigi, mereka terus memacu pembangunan Jembatan Garuda.

 

Pantauan di lokasi pada Minggu (12/4/2026), sinergi antara TNI dan rakyat terlihat begitu kental. Tanpa mengenal rasa letih, mereka bahu-membahu mengumpulkan material batu untuk memperkokoh pondasi jembatan.

 

Tak hanya urusan angkut batu, pengerjaan teknis yang cukup berat pun dilakukan secara kolektif. Babinsa dan warga tampak telaten melakukan perakitan besi tulangan untuk pembuatan cakar ayam.

 

"Kami fokus pada penguatan struktur bawah. Saat ini sedang dilakukan perakitan besi tulangan membentuk pelat dan pipa-pipa beton atau cakar yang ditanam ke dalam tanah lunak. Ini penting untuk meningkatkan daya dukung jembatan," ujar Babinsa di sela pengerjaan.

 


Pembangunan Jembatan Garuda ini menjadi proyek vital bagi warga Desa Nambaru. Kondisi tanah yang cenderung lunak di area tersebut menuntut teknik pengerjaan yang presisi agar jembatan memiliki daya tahan lama.

 

Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat bukan sekadar membantu tenaga, namun juga menjadi pelecut semangat warga. Kegiatan ini membuktikan bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat tetap menjadi motor utama dalam pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan.

 

Diharapkan, dengan selesainya Jembatan Garuda nanti, mobilitas hasil pertanian dan aktivitas harian warga Parigi Selatan dapat berjalan lebih lancar dan aman.