Kamis, 16 April 2026

Momen Babinsa Koramil Tinombo dan Warga Berpeluh Keringat Angkut Pasir Demi Jembatan Garuda

 


Tinombo - Semangat kemanunggalan TNI dan rakyat kembali tersaji nyata di Kabupaten Parigi Moutong. Personel Babinsa Koramil 1308-09/Tinombo bersama warga Dusun 3 Tamo, Desa Baina'a Barat, terpantau kompak mengangkat material pasir demi mempercepat pembangunan Jembatan Garuda, Jumat (17/4/2026).

Di bawah terik matahari, tidak ada jarak antara prajurit TNI dan masyarakat. Mereka bahu-membahu masukan pasir ke dalam karung serta di angkut menggunakan kendaran menuju titik konstruksi jembatan yang menjadi tumpuan mobilitas warga setempat.

Meskipun akses menuju lokasi cukup menantang, hal itu tak menyurutkan nyali para personel Babinsa dan warga. Terlihat jelas di lapangan, butiran keringat tak menghalangi mereka untuk terus memastikan material pasir tersedia agar proses pengecoran jembatan tidak terhambat.

"Pembangunan Jembatan Garuda ini adalah kebutuhan mendesak bagi warga di Dusun 3 Tamo. Kami dari Koramil 1308-09/Tinombo hadir untuk memastikan pengerjaan ini tuntas dengan semangat gotong royong," ujar Babinsa.

Warga setempat merasa sangat termotivasi dengan kehadiran personel TNI yang terjun langsung ke lapangan. Semangat "ringan sama dijinjing, berat sama dipikul" benar-benar dirasakan oleh masyarakat Desa Baina'a Barat.

"Kalau dikerjakan sendiri pasti lama, tapi karena ada bapak-bapak Babinsa yang ikut angkut pasir, warga jadi makin semangat. Jembatan ini impian kami supaya akses ke dusun lebih mudah," kata salah seorang warga sembari memikul karung pasir.

Pembangunan Jembatan Garuda di Desa Baina'a Barat ini diharapkan dapat segera rampung sehingga akses ekonomi dan pendidikan bagi warga di pelosok Kecamatan Tinombo dapat berjalan lebih lancar.

Intip Potret Kompak Babinsa dan Warga Parigi Selatan Bangun Jembatan Garuda Pakai Alat Seadanya

 


Parigi - Semangat gotong royong membara di Desa Nambaru, Kecamatan Parigi Selatan. Personel Babinsa Koramil 1306-08/Parigi bersama warga bahu-membahu terjun langsung mengumpulkan material batu demi percepatan pembangunan Jembatan Garuda, Jumat (17/4/2026).

Cuaca panas tak melunturkan semangat para prajurit TNI dan masyarakat. Dengan alat seadanya, mereka mengangkut satu demi satu bongkahan batu untuk memperkokoh fondasi jembatan yang menjadi akses vital bagi warga setempat.

Aksi nyata ini menunjukkan kemanunggalan TNI dengan rakyat yang masih sangat kental di wilayah Parigi Moutong. Meski bekerja secara manual, tawa dan obrolan ringan sesekali pecah di sela-sela aktivitas, menandakan beban berat terasa ringan jika dikerjakan bersama.

"Tidak ada kata lelah kalau demi kepentingan umum. Kami hadir di sini untuk memastikan pembangunan Jembatan Garuda berjalan lancar agar mobilitas warga Desa Nambaru segera normal kembali," ujar Babinsa.


Warga Desa Nambaru mengaku sangat terbantu dengan kehadiran para personel TNI. Kehadiran Babinsa dinilai menjadi motor penggerak yang memotivasi pemuda dan orang tua di desa untuk turun langsung ke lapangan.

"Kami sangat bangga melihat Bapak-bapak TNI mau kotor-kotoran bareng warga ambil batu di sungai. Dengan adanya bantuan ini, kami yakin Jembatan Garuda bisa cepat selesai," ungkap seorang warga setempat dengan penuh semangat.

Pembangunan Jembatan Garuda ini diharapkan tidak hanya menjadi penghubung fisik antarwilayah, tetapi juga menjadi simbol kokohnya persatuan antara TNI dan rakyat dalam membangun daerah dari pinggiran.

Rabu, 15 April 2026

Tak Kenal Lelah! Aksi Babinsa Koramil Tinombo Bahu-membahu Bangun Jembatan di Desa Baina'a Barat

 


 

PARIGI MOUTONG - Semangat gotong royong terpancar nyata di Dusun 3 Tamo, Desa Baina'a Barat, Kecamatan Tinombo. Di bawah terik matahari yang menyengat, aparat TNI dari Babinsa Koramil 1306-09/Tinombo bahu-membahu bersama warga merakit besi cakar ayam untuk pembangunan Jembatan Garuda, Kamis (16/4/2026).

 

Dibalutan seragam loreng Babinsa tampak kontras namun menyatu dengan pakaian kerja para warga. Meski peluh bercucuran, gelak tawa dan koordinasi yang apik membuat pekerjaan berat merakit besi tulangan jembatan tersebut terasa lebih ringan.

 

Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Parigi Moutong belakangan ini tidak menyurutkan dedikasi para prajurit dan warga. Bagi mereka, percepatan pembangunan Jembatan Garuda adalah prioritas utama demi kelancaran akses transportasi desa.

 

"Walaupun cuaca sangat panas terik, itu tidak menghilangkan semangat gotong royong kami. Ini adalah bentuk pengabdian untuk memastikan warga Dusun 3 Tamo segera memiliki akses jembatan yang layak dan kokoh," ujar Babinsa di sela-sela kegiatannya.

 

Pembangunan Jembatan Garuda ini memang menjadi momentum penguatan solidaritas antara TNI dan masyarakat setempat. Besi-besi cakar ayam yang dirakit hari ini akan menjadi pondasi utama kekuatan jembatan tersebut.

 

Warga mengaku sangat terbantu dengan kehadiran Babinsa di tengah-tengah mereka. Tidak hanya memberikan bantuan tenaga, kehadiran personel TNI juga dianggap memberikan motivasi moril bagi pemuda desa untuk terlibat aktif dalam pembangunan desa mereka sendiri.

 

Dengan rakitan besi yang solid dan semangat kerja yang membara, pembangunan Jembatan Garuda diharapkan rampung tepat waktu dan dapat segera digunakan untuk menunjang aktivitas ekonomi serta mobilitas warga dan anak sekolah di Desa Baina'a Barat.

Forkopimda Sigi Berdiri Satu Barisan, TNI hingga Kejaksaan Bersatu dalam Pemusnahan Barang Bukti Pidana

 


SIGI — Kejaksaan Negeri (Kejari) Sigi menggelar kegiatan pemusnahan barang bukti perkara pidana yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht), Rabu (15/4/2026), di halaman Kantor Kejari Sigi, Desa Pombewe, Kecamatan Sigi Biromaru. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Sigi, Irwan Ganda Saputra, S.H., M.H., ini dihadiri oleh pejabat dari berbagai instansi yang tergabung dalam unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sigi, mempertegas kuatnya sinergi antarelemen negara dalam upaya penegakan hukum di wilayah tersebut.

 

Salah satu kehadiran yang menjadi perhatian dalam kegiatan ini adalah keterlibatan unsur TNI. Komandan Rayon Militer (Danramil) 1306/02 Biromaru, Kapten (Inf) Agus Yado, hadir secara langsung mewakili Komandan Distrik Militer (Dandim) 1306/Kota Palu, Kolonel (Inf) Yudhi Hendro Prasetyo. Kehadiran Kapten (Inf) Agus Yado merupakan representasi resmi institusi TNI melalui Dandim 1306/Kota Palu, yang mencerminkan keseriusan dan komitmen TNI dalam mendukung upaya pemberantasan narkotika serta penegakan hukum di wilayah Kabupaten Sigi.

 

Keterlibatan unsur TNI dalam kegiatan pemusnahan barang bukti ini mempertegas bahwa pemberantasan narkotika di Kabupaten Sigi bukan semata-mata tanggung jawab aparat penegak hukum dalam pengertian sempit, melainkan merupakan komitmen bersama seluruh komponen negara yang tergabung dalam unsur Forkopimda Kabupaten Sigi. Kehadiran TNI berdampingan dengan Kejaksaan, Kepolisian, BNN, dan instansi terkait lainnya dalam satu forum yang sama menjadi pesan yang kuat bahwa seluruh elemen negara di wilayah ini berdiri dalam satu barisan yang solid demi kepentingan masyarakat.

 

Adapun barang bukti yang dimusnahkan pada kegiatan ini meliputi 17 perkara tindak pidana narkotika dengan total berat netto 1.006,3929 gram, terdiri atas sabu-sabu seberat 891,8556 gram dan ganja kering seberat 114,5373 gram, serta 14 perkara tindak pidana umum yang terdiri atas 4 perkara ketertiban umum dan 10 perkara yang berkaitan dengan orang dan harta benda. Seluruh barang bukti telah melalui proses pemeriksaan laboratorium forensik dan pembuktian di persidangan sebelum dimusnahkan.

 


Dalam sambutannya, Kajari Sigi Irwan Ganda Saputra secara khusus menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh unsur Forkopimda, termasuk jajaran TNI yang diwakili oleh Dandim 1306/Kota Palu. Bagi Kajari Irwan, kehadiran TNI dalam forum pemusnahan barang bukti ini mencerminkan hubungan yang harmonis di antara seluruh unsur Forkopimda Kabupaten Sigi. "Saya ingin menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada rekan-rekan dari kepolisian, BNN, pengadilan, Lapas, pemerintah daerah, dan seluruh elemen terkait atas keberhasilan penuntasan perkara ini, yang merupakan hasil kerja keras kita bersama," ujar Irwan.

 

Kajari Irwan menegaskan bahwa hubungan harmonis yang terjalin di antara unsur Forkopimda Kabupaten Sigi merupakan modal utama dalam menciptakan wilayah yang aman, tertib, dan bebas dari peredaran narkotika. Di bawah kepemimpinannya, Kejari Sigi terus membangun dan mempererat sinergi dengan seluruh unsur Forkopimda, termasuk jajaran TNI yang diwakili oleh Dandim 1306/Kota Palu di bawah komando Kolonel (Inf) Yudhi Hendro Prasetyo, sebagai bagian dari komitmen bersama dalam mewujudkan Kabupaten Sigi yang aman, tertib, dan bersih dari segala bentuk tindak pidana, khususnya peredaran narkotika yang terus menjadi ancaman serius bagi generasi muda dan masyarakat luas.

 

"Tidak ada tempat bagi kejahatan di Kabupaten Sigi," pungkas Irwan dengan tegas, sebuah komitmen yang kini ditopang oleh seluruh unsur Forkopimda yang berdiri bersama, solid, dan satu tujuan demi Kabupaten Sigi yang lebih aman dan sejahtera.

"Garda Terdepan! Babinsa Donggala Masuk Sekolah hingga Pelosok Bagikan Ribuan Menu Sehat"

 


DONGGALA - Personel Babinsa Koramil 1306-06/Banawa menunjukkan aksi nyata dalam mendukung peningkatan gizi masyarakat di wilayah teritorialnya. Pada Kamis (16/4/2026), para prajurit TNI ini terjun langsung mendistribusikan ribuan porsi makanan bergizi di wilayah Kelurahan Ganti, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala.

 

Kegiatan ini merupakan kolaborasi bersama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Hybrid Mandiri yang dikelola oleh Yayasan Berkat Gemilang Nusantara. Berlokasi di Jalan Trans Sulawesi, Dusun Petobo, aksi sosial ini menyasar belasan sekolah serta kelompok rentan lainnya.

 

Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 2.495 porsi makanan disalurkan dalam giat hari ini. Anggota Babinsa memastikan bantuan tersebut sampai ke tangan yang tepat dengan menyisir 18 unit sekolah di wilayah tersebut.

 

Tidak hanya fokus pada anak sekolah, program pemenuhan gizi ini juga menyasar Anak usia sekolah (PAUD hingga SMP), Ibu hamil dan Ibu menyusui.

 

Untuk memastikan standar kesehatan terpenuhi, paket makanan yang dibagikan telah disusun dengan komposisi nutrisi yang lengkap. Adapun menu yang disajikan meliputi Nasi Putih, Telur Balado, Tempe, Sayuran Tumis Buncis Pelengkap Susu & Buah Pisang Menu Pengganti Ikan & Roti

 


Wujud Sinergi TNI dan MasyarakatKehadiran Babinsa Koramil 1306-06/Banawa di tengah-tengah pendistribusian ini menjadi bukti komitmen Kodim 1306/Kota Palu dalam menekan angka stunting dan meningkatkan taraf kesehatan masyarakat di Kabupaten Donggala."Kami hadir untuk memastikan proses distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran.

 

Harapannya, dengan asupan gizi yang baik, anak-anak kita tumbuh sehat dan para ibu hamil maupun menyusui mendapatkan nutrisi yang cukup," ujar Babinsa di lokasi.

 

Aksi ini mendapat sambutan hangat dari warga Dusun Petobo dan para guru di sekolah penerima manfaat.

 

Program pemenuhan gizi hybrid ini diharapkan dapat terus berlanjut guna menciptakan generasi masa depan yang lebih kuat dan berkualitas.

"Kemanunggalan di Desa Nambaru: Bahu-membahu TNI-Warga Kebut Pengerjaan Jembatan Garuda"

 


PARIGI - Pembangunan Jembatan Garuda di Desa Nambaru, Kecamatan Parigi Selatan, terus dikebut. Memasuki hari ke-11 pengerjaan, Babinsa Koramil 1306-08/Parigi bersama warga setempat terpantau kompak melakukan aksi gotong royong, Kamis (16/4/2026).

 

Personel TNI dan masyarakat bahu-membahu melakukan penimbunan kembali galian lubang serta urutan tanah di sekitar fondasi jembatan. Meski di bawah terik matahari, semangat warga tidak surut demi mewujudkan akses transportasi yang lebih baik.

 

Babinsa Koramil 1306-08/Parigi menyatakan bahwa keterlibatan TNI dalam pembangunan ini merupakan bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Selain mempercepat proses pembangunan, aksi ini juga bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi.

 

"Hari ini kita fokus pada penimbunan kembali lubang-lubang galian agar struktur dasar jembatan semakin kokoh. Kami sangat mengapresiasi antusiasme warga Desa Nambaru yang luar biasa dalam gotong royong ini," ujar perwakilan Babinsa di sela-sela kegiatan.

 


Hingga hari ke-11, pembangunan Jembatan Garuda menunjukkan progres yang cukup signifikan. Jembatan ini dinilai vital bagi mobilitas warga, terutama untuk mengangkut hasil bumi dan akses menuju fasilitas publik.

 

"Kami senang ada bapak-bapak TNI yang turun langsung. Pekerjaan yang berat jadi terasa ringan kalau dikerjakan bersama-sama seperti ini," ungkap salah seorang warga Desa Nambaru.

 

Pemerintah desa setempat berharap pembangunan Jembatan Garuda dapat selesai tepat waktu. Jika sudah rampung, jembatan ini diprediksi akan menghidupkan urat nadi ekonomi di wilayah Kecamatan Parigi Selatan, khususnya bagi warga Nambaru dan sekitarnya.

Selasa, 14 April 2026

Demi Cegah Pergeseran Fondasi, Area Pylon Jembatan Garuda di Parigi Selatan Mulai Ditimbun


PARIGI - Proyek pembangunan Jembatan Garuda di Desa Nambaru, Kecamatan Parigi Selatan, terus dikebut. Memasuki hari ke-10, personel Babinsa Koramil 1306-08/Parigi bersama warga setempat bahu-membahu melaksanakan proses penimbunan pylon yang telah selesai dicor, Rabu (15/4/2026).

 

Semangat kemanunggalan TNI dan rakyat sangat terasa. Secara bergantian, anggota Babinsa dan warga mengangkut tanah serta material batu untuk mengisi area di sekitar struktur menara jembatan tersebut.

 

Proses penimbunan ini bukan sekadar pengisian lahan, melainkan bagian krusial dalam teknis konstruksi jembatan. Material tanah dan batu dihamparkan di area sekitar fondasi tiang bor (bored pile) serta abutmen.

 

Adapun fungsi utama dari penimbunan memastikan tinggi permukaan tanah sesuai dengan rencana teknis pembangunan dan menahan posisi menara agar tetap stabil dan mencegah pergeseran pada fondasi pylon. Khusus untuk jembatan di area perairan, timbunan ini berfungsi menahan gerusan arus air yang dapat merusak fondasi dalam jangka panjang.

 

Babinsa Koramil 1306-08/Parigi yang terjun langsung ke lapangan menyatakan bahwa kerja bakti ini merupakan wujud nyata dukungan TNI terhadap percepatan infrastruktur di Desa Nambaru.

 


"Hari ini sudah memasuki hari ke-10. Kami bersama warga tetap semangat, saling bergantian mengangkut material agar area sekitar pylon segera stabil dan pembangunan bisa masuk ke tahap berikutnya," ujarnya.

 

Kehadiran Jembatan Garuda ini sangat dinantikan oleh masyarakat Kecamatan Parigi Selatan. Jembatan ini diharapkan menjadi urat nadi baru yang memperlancar akses transportasi dan distribusi hasil bumi warga desa.

 

"Kami sangat terbantu dengan adanya bapak-bapak tentara. Pekerjaan yang berat jadi terasa lebih ringan karena dikerjakan bersama-sama," ungkap salah seorang warga yang ikut dalam penimbunan tersebut.

 

Hingga siang ini, pengerjaan masih terus berlangsung dengan fokus memastikan kepadatan material timbunan di area fondasi pylon maksimal sebelum melanjutkan ke tahap konstruksi bagian atas.