Senin, 10 Agustus 2026

Gelar Apel Siaga Karhutla 2026, Pabung Parimo: Jangan Remehkan Potensi Kebakaran Hutan!

 


PARIGI MOUTONG - Personel Kodim 1306/Kota Palu turut menghadiri Apel Siaga Antisiapasi Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo). Kegiatan ini berlangsung di Lapangan Mako Polres Parimo, Jalan Trans Sulawesi, Desa Pangi, Kecamatan Parigi Utara, Selasa (11/8/2026).

Apel siaga dipimpin langsung oleh Kapolres Parimo, AKBP Hendrawan Agustian Nugraha, S.I.K., S.H., dan dihadiri oleh jajaran Forkopimda serta jajaran Satgas Karhutla.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Parimo H. Abdul Sahid, S.Pd., Ketua DPRD Parimo Drs. Alfres Masboy Tonggiroh, M.Si., Kepala Kejaksaan Negeri Parimo Dian Herdiman, S.H., M.H., Pabung Parimo Kodim 1306/Kota Palu Mayor Inf Iko Power, perwakilan Pengadilan Negeri Parimo Indrayani Gustami Prayitno, S.H., Danposal Parimo Lettu Laut (PM) May Ansori, Kalak BPBD Parimo Moh. Rifai, serta PJU Polres Parimo.

Pabung Parimo Kodim 1306/Kota Palu, Mayor Inf Iko Power, menegaskan bahwa apel gelar pasukan ini merupakan komitmen bersama dalam mengantisipasi ancaman bahaya Karhutla di wilayah Parigi Moutong.

"Kegiatan apel gelar pasukan ini merupakan bentuk kesiapan dan komitmen kita bersama dalam menghadapi potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan," ujar Mayor Iko.


Ia mengingatkan bahwa ancaman Karhutla tidak hanya dipicu oleh faktor alam semata, melainkan kerap kali akibat ulah dan kelalaian manusia. Dampaknya dinilai sangat merusak, baik dari sisi lingkungan maupun sektor kesehatan publik.

"Karhutla bukan hanya merupakan bencana alam, tetapi juga dapat terjadi akibat aktivitas manusia, baik yang disengaja maupun karena kelalaian. Dampaknya sangat luas, mulai dari kerusakan lingkungan dan ekosistem, hilangnya habitat flora dan fauna, terganggunya keseimbangan alam, hingga pencemaran udara yang dapat mengancam kesehatan masyarakat," tegasnya.

Lebih lanjut, Mayor Inf Iko Power menyampaikan bahaya Karhutla yang dapat melumpuhkan sektor perekonomian dan akses transportasi. Oleh sebab itu, deteksi dini menjadi kunci utama untuk menekan potensi bencana.

"Kebakaran hutan dan lahan dapat mengganggu berbagai aktivitas masyarakat, termasuk transportasi darat, laut, dan udara, serta menimbulkan kerugian sosial dan ekonomi yang sangat besar. Kita tidak boleh menganggap remeh potensi Karhutla yang sewaktu-waktu dapat terjadi," lanjutnya.

Kodim 1306/Kota Palu bersama seluruh unsur Satgas Karhutla berkomitmen meningkatkan kewaspadaan di lapangan guna memastikan setiap titik api dapat tertangani dengan cepat.

"Kita harus terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan serta berupaya semaksimal mungkin melakukan langkah-langkah pencegahan. Setiap potensi kebakaran harus dapat dideteksi dan ditangani sedini mungkin sehingga apabila terjadi Karhutla, luas area dan dampaknya dapat ditekan seminimal mungkin," pungkasnya.

Minggu, 09 Agustus 2026

Dandim 1306/Kota Palu Turut Gowes Bersama Pangdam dan Forkopimda

 

Palu - Komandan Kodim 1306/Kota Palu Kolonel Inf Yudhi Hendro Prasetyo turut ambil bagian dalam rangkaian peringatan HUT ke-1 Kodam XXIII/Palaka Wira. Salah satu kegiatan yang diikuti yakni Gowes Palaka Wira yang melibatkan jajaran TNI, pemerintah daerah, serta Forkopimda.

Gowes Palaka Wira tersebut digelar dengan dua pilihan rute, yakni 7 kilometer dan 22 kilometer. Kegiatan dimulai dari Makodam XXIII/Palaka Wira lama dan berakhir di Makodam XXIII/Palaka Wira yang baru di kawasan Tondo, Palu, Sabtu (8/8/2026).

Pangdam XXIII/Palaka Wira bersama jajaran turut hadir dalam kegiatan tersebut. Gubernur Sulawesi Tengah serta sejumlah unsur Forkopimda juga ikut memeriahkan kegiatan olahraga bersama tersebut.
Dandim 1306/Kota Palu Kolonel Inf Yudhi Hendro Prasetyo mengatakan keikutsertaannya dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap rangkaian peringatan HUT ke-1 Kodam XXIII/Palaka Wira.

"Selain untuk memperingati HUT ke-1 Kodam XXIII/Palaka Wira, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan dan soliditas antara TNI, pemerintah daerah, Forkopimda, serta masyarakat," ujar Yudhi.

Menurutnya, kegiatan Gowes Palaka Wira juga menjadi sarana untuk menjaga kebugaran sekaligus memperkuat sinergi dan komunikasi antarlembaga.

"Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus memperkuat sinergitas dan kebersamaan. Semangat kebersamaan ini penting dalam mendukung pelaksanaan tugas serta memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat," katanya.

Rangkaian HUT ke-1 Kodam XXIII/Palaka Wira sendiri diisi dengan berbagai kegiatan yang melibatkan jajaran TNI, pemerintah daerah, Forkopimda, dan masyarakat. (Pendim_1306)


Rabu, 05 Agustus 2026

Kemanunggalan TNI-Rakyat di Sigi: Koramil Dolo & Warga Bahu-membahu Bersihkan Jalan Poros

 


Sigi - Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, jajaran Koramil 1306-04/Dolo bersinergi dengan Pemerintah Desa Karawana, Polsek Dolo, dan masyarakat setempat menggelar aksi kerja bakti massal.

Kegiatan gotong royong ini dipusatkan di sepanjang Jalan Poros Dolo–Sidera, Desa Karawana, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, pada Kamis (6/8/2026).

Sejak pagi hari, personil gabungan TNI-Polri bersama aparat desa dan warga bahu-membahu membersihkan rumput liar, sampah plastik, serta merapikan drainase di sepanjang jalan utama penghubung antar-desa tersebut.

Danramil 1306-04/Dolo, Kapten Inf Efendi, menjelaskan bahwa aksi bersih-bersih lingkungan ini merupakan bentuk sinergitas lintas sektor sekaligus upaya membangkitkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat menjelang peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus.

"Hari ini kita bersama Polsek, Pemdes Karawana, dan seluruh warga melaksanakan kerja bakti pembersihan jalan poros. Selain untuk menyambut dan memeriahkan HUT RI ke-81, kegiatan ini juga bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih, indah, serta aman bagi para pengguna jalan," ujar Danramil.

Kapten Inf Efendi juga menambahkan bahwa jalan poros Dolo–Sidera merupakan akses vital mobilitas warga harian. Oleh karena itu, kebersihan dan keterawatan area tersebut menjadi perhatian bersama.

Pemerintah Desa Karawana dan warga menyambut positif kehadiran TNI-Polri yang turun langsung ke lapangan. Melalui aksi nyata ini, kemanunggalan TNI dengan rakyat semakin terjalin erat dalam momen memperingati kemerdekaan Indonesia.

Minggu, 02 Agustus 2026

Bahu-membahu, Babinsa Koramil Biromaru-Warga Pasang Pagar Pengaman Jembatan Desa Bahagia


Sigi - Babinsa Koramil 1306-02/Biromaru bersama warga Desa Bahagia, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, bergotong royong membangun pagar pengaman pada Jembatan Aramco. Aksi kebersamaan ini dilakukan demi meningkatkan keselamatan para pengguna jalan yang melintas di wilayah tersebut. Senin (3/8/2026), tampak Babinsa dan warga bahu-membahu memasang kerangka besi hingga melakukan pengecoran pada bagian sisi jembatan.

Babinsa menjelaskan bahwa pembuatan pagar jembatan ini merupakan langkah antisipasi guna mencegah terjadinya kecelakaan, khususnya bagi pengendara roda dua dan pejalan kaki saat melintas di malam hari.

"Jembatan Aramco ini merupakan akses penting bagi mobilitas harian warga Desa Bahagia. Karena pembutan pagar pengaman yang memadai, kami bersama pemerintah desa dan masyarakat berinisiatif untuk memasang kerangka besi dan melakukan pengecoran agar jembatan ini lebih aman untuk dilalui," ujar Babinsa.

Ia menambahkan, kegiatan karya bakti ini juga menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat serta untuk merawat budaya gotong royong di tengah masyarakat.

"Selain untuk faktor keamanan jalan, kegiatan ini juga mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan antara Babinsa dengan warga binaan. Kalau dikerjakan bersama-sama, pekerjaan berat jadi terasa ringan dan cepat selesai," tambahnya.

Warga setempat pun menyambut positif kehadiran Babinsa yang turun langsung di lapangan. Dengan adanya pagar jembatan yang kokoh, kini masyarakat merasa lebih tenang dan nyaman saat melintasi Jembatan Aramco Desa Bahagia.

Jumat, 31 Juli 2026

Babinsa dan Warga Desa Kampung Baru Sibayu Bahu-membahu Buat Pagar Jembatan Aramco.

 


Donggala — Wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat kembali terlihat di wilayah Kabupaten Donggala. Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 1306-14/Balaesang turun langsung bersama warga Dusun 3 Desa Kampung Baru Sibayu, Kecamatan Balaesang, untuk melaksanakan pembuatan pagar jembatan Aramco, Sabtu (1/8/2026).

Aksi gotong royong ini dilakukan untuk memastikan keselamatan para pengguna jalan yang melintas, mengingat jembatan sementara tersebut menjadi akses vital mobilitas warga sehari-hari.

Babinsa menjelaskan bahwa pembuatan pagar pengaman ini merupakan langkah cepat untuk mengantisipasi potensi bahaya atau kecelakaan lalu lintas bagi warga yang melintas, khususnya pada malam hari maupun saat kondisi cuaca kurang mendukung.

"Frekuensi kendaraan dan warga yang lewat cukup tinggi. Karena itu, kami bersama pemerintah desa dan masyarakat bergerak cepat membuat pagar pengaman di sisi kanan dan kiri jembatan agar lebih aman dilalui," jelas Babinsa.

Ia menambahkan, kehadiran Babinsa dalam setiap kegiatan kemasyarakatan adalah bentuk komitmen TNI untuk selalu hadir di tengah-tengah warga dan memberikan solusi atas kendala yang ada di lapangan.

Kamis, 30 Juli 2026

Pererat Sinergi di Palu, TNI , Pemerintah Daerah dan Mahasiswa Kompak Serbu Sampah di Pesisir hingga Tempat Ibadah

 


Palu - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 Kodam XXIII/Palaka Wira Tahun 2026, Kodim 1306/Kota Palu menggelar aksi Karya Bakti skala besar di sejumlah titik wilayah Kota Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (31/7/2026).

 

Kegiatan yang mengusung tema "Karya Bhakti Pembersihan Lingkungan: Gempur Sampah Kampungku Sehat" ini ditujukan untuk mempererat kemanunggalan dan hubungan harmonis antara TNI, pemerintah daerah, mahasiswa, serta seluruh elemen masyarakat.

 

Aksi gotong royong pembersihan lingkungan tersebut difokuskan di beberapa titik strategis dan fasilitas umum, antara lain: Pantai Vatu Vuri, Kelurahan Tondo, Masjid Al-Mu'min, Kelurahan Poboya, Gereja HKBP Palu, Kelurahan Tatura Utara, Pantai Dupa, Kelurahan Layana dan  Pasar Bulili Petobo Serta sejumlah tempat ibadah dan area publik lainnya di wilayah Kota Palu.

 


Dandim 1306/Kota Palu, Kolonel Inf Yudhi Hendro P, menjelaskan bahwa aksi bersih-bersih ini bukan sekadar agenda seremonial memperingati hari jadi Kodam XXIII/Palaka Wira yang pertama, melainkan bentuk kepedulian nyata terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan.

 

"Aksi 'Gempur Sampah' ini adalah langkah konkrit kita bersama untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan asri. Melalui Karya Bakti ini, kita juga ingin terus merawat kebersamaan, sinergitas, serta kemanunggalan TNI dengan pemerintah daerah, adik-adik mahasiswa, dan seluruh elemen masyarakat di Kota Palu," tegasnya.

 

Para personel TNI, aparat pemda, mahasiswa, dan warga setempat tampak bahu-membahu membersihkan sampah plastik, membabat rumput liar, serta merapikan area rumah ibadah dan pesisir pantai sejak Jumat pagi.

 


Melalui kegiatan ini, Kodim 1306/Kota Palu berharap kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan semakin meningkat, sekaligus memperkokoh persatuan antara TNI dan rakyat di wilayah Palu.

Rabu, 29 Juli 2026

Tak Canggung Masuk Lumpur, Babinsa di Donggala Garap Sawah Bersama Petani

 


Palu ­- Koramil 14/Balaesang Kodim 1306/Kota Palu menggandeng Kelompok Tani (Poktan) Lembah Jaya Hijau untuk mengolah lahan pertanian seluas 10 hektare di Desa Tovia Tambu, Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Kamis (30/7/2026). Langkah ini dilakukan dalam upaya memperkuat ketahanan pangan di wilayah setempat.

 

Dalam kegiatan tersebut, para personel Babinsa tak segan untuk terjun langsung ke lumpur sawah. Mereka bersama para petani melakukan perawatan rutin tanaman padi, mulai dari penyemprotan hama hingga pengendalian gulma di sepanjang pematang sawah.

 

Adapun jenis tanaman yang dibudidayakan di lahan 10 hektare tersebut yakni padi varietas Mekongga, yang dikenal memiliki produktivitas tinggi serta daya tahan yang baik terhadap hama pendamping.

 

Babinsa menyampaikan ini merupakan komitmen TNI AD untuk menyukseskan program ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan di tingkat desa.

 

"Kehadiran kami di lapangan bukan sekadar kerja, tetapi juga memberikan dorongan semangat kepada para petani agar proses perawatan padi ini maksimal. Harapannya, hasil panen nanti bisa melimpah dan menopang kebutuhan pangan warga," ujar Babinsa.

 

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Lembah Jaya Hijau menyambut positif keterlibatan aktif Babinsa dalam masa tanam hingga perawatan.

 

"Babinsa sangat membantu kami, terutama dalam menjaga tanaman dari serangan hama serta gulma. Kehadiran Babinsa memberi motivasi tersendiri bagi para petani di desa kami," tuturnya.

 

Kerja sama sinergis antara TNI dan kelompok tani ini diharapkan dapat mengoptimalkan potensi lahan pertanian di Desa Tovia Tambu sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan regional di Kabupaten Donggala dan sekitarnya.