Donggala - Dalam
semangat pengabdian yang melampaui batas pangkat dan jabatan, seorang perwira
menengah TNI Angkatan Darat membuktikan makna sejati Sapta Marga dengan terjun
langsung ke garis terdepan bencana, menyelamatkan nyawa tanpa memperhitungkan
risiko keselamatan dirinya sendiri. Kolonel Infanteri Yudhi Hendro Prasetyo,
Komandan Kodim 1306/Kota Palu, menjadi sosok teladan kepemimpinan ketika
bencana melanda Desa Labuan Toposo, Kecamatan Labuan, Kabupaten Donggala,
pada Senin pagi, 13 Januari 2026.
Tanpa
menunggu mobilisasi penuh, sang Dandim segera memimpin tim gabungan dan menjadi
orang pertama yang tiba di lokasi bencana, memberikan contoh nyata bahwa tugas
kemanusiaan tidak mengenal hierarki kepangkatan. Dengan tangan sendiri, Kolonel
Yudhi terlibat langsung dalam proses evakuasi, memprioritaskan penyelamatan ibu
hamil serta warga yang terperangkap dalam situasi genting. Aksi heroik ini
bukan sekadar menjalankan tugas kedinasan, melainkan perwujudan nyata dari
nilai-nilai luhur Sapta Marga dan Delapan Wajib TNI yang mengajarkan pengabdian
tanpa pamrih kepada bangsa dan negara.
"Proses
evakuasi berjalan lancar berkat kerja sama yang solid antarinstansi. Kami juga
terus berupaya mendata semua dampak bencana agar dapat segera ditangani lebih
lanjut," ujar Kolonel Yudhi dengan sikap rendah hati yang mencerminkan
jiwa kepemimpinan sejati.
Kepemimpinan
lapangan Dandim 1306/Kota Palu menggerakkan sinergi sempurna antara pemerintah
daerah, TNI, Polri, BPBD, dan relawan dalam operasi tanggap darurat. Koordinasi
intensif yang dipimpinnya memastikan bantuan mengalir cepat dan tepat sasaran
kepada korban yang membutuhkan. Di tengah kondisi cuaca ekstrem dan ancaman
bencana susulan, Kolonel Yudhi tetap berada di garis depan, memantau langsung
perkembangan situasi sambil terus mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan
kewaspadaan.
"Kami
mengingatkan warga untuk selalu siap siaga dan mengikuti arahan dari pihak
berwenang demi keselamatan bersama," tegasnya dengan penuh kepedulian.
Sosok
Kolonel Yudhi Hendro Prasetyo dalam bencana Labuan Topsso ini menjadi
cerminan sejati prajurit TNI Angkatan Darat yang tidak hanya cakap dalam
komando operasional, namun juga memiliki kepekaan kemanusiaan yang mendalam.
Kepemimpinannya yang turun langsung ke lapangan, tanpa memperdulikan kenyamanan
dan keselamatan pribadi, memberikan teladan berharga bagi seluruh jajaran bahwa
pengabdian kepada rakyat adalah panggilan suci yang harus dilaksanakan dengan
sepenuh hati.
Hingga kini, operasi pendataan dan pemulihan pascabencana masih berlangsung, dengan Dandim 1306/Kota Palu tetap memimpin langsung koordinasi untuk memastikan tidak ada satu pun korban yang terabaikan dalam upaya penyelamatan dan bantuan kemanusiaan ini.









0 komentar:
Posting Komentar